
NUSAPERDANA.COM, BANGKINANG, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Kampar kembali menggulirkan program Kampar Cerdas melalui Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS). Sebanyak 125 peserta mengikuti seleksi Computer Assisted Test (CAT) untuk mendapatkan kesempatan menjadi penerima beasiswa pendidikan.
Seleksi CAT tersebut digelar di SMAN 1 Negeri Bangkinang Kota. Dari 137 orang yang mendaftar, sebanyak 125 peserta dinyatakan lolos seleksi administrasi dan berhak mengikuti ujian CAT.
Pelaksanaan ujian berlangsung selama dua hari. Pada hari pertama, peserta dibagi menjadi dua sesi, yakni 40 peserta pada sesi pagi dan 40 peserta pada sesi siang. Sementara 45 peserta lainnya mengikuti ujian pada hari kedua.
Kegiatan seleksi tersebut dibuka oleh Bupati Kampar yang diwakili Asisten I Setda Kampar. Selanjutnya, BAZNAS Kabupaten Kampar akan melakukan pemeringkatan terhadap seluruh peserta untuk menentukan 40 peserta terbaik yang berhak melanjutkan ke tahapan berikutnya.
Pada Rabu, 12 Agustus 2026, Ketua BAZNAS Kabupaten Kampar Arizon, SE, melalui Ketua Panitia Seleksi Drs. Zainal Abidin, M.Pd, mengatakan proses seleksi dilakukan secara bertahap dan selektif. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan amanah ZIS (zakat, infak dan sadaqah) benar-benar diberikan kepada penerima yang memenuhi ketentuan dan tepat sasaran.
“Dari 125 peserta yang mengikuti ujian CAT ini, kita akan melakukan pemeringkatan untuk memilih 40 peserta terbaik yang akan lanjut ke tahap berikutnya,” kata Zainal.
Setelah 40 peserta ditentukan, BAZNAS Kampar tidak langsung menetapkan mereka sebagai penerima akhir. Tim akan melakukan survei lapangan ke rumah masing-masing peserta untuk melihat kondisi ekonomi keluarga secara langsung.
Survei tersebut sekaligus menjadi tahap verifikasi untuk memastikan calon penerima memang termasuk pihak yang berhak mendapatkan manfaat ZIS, zakat, infak dan sadaqah sesuai ketentuan yang berlaku.
“Karena bantuan ini bersumber dari ZIS, zakat, infak dan sadaqah yang ditunaikan para muzakki dan masyarakat, kita harus memastikan penerimanya benar-benar sesuai ketentuan dan tepat sasaran,” ujarnya.
Dari 40 peserta yang lolos CAT dan verifikasi lapangan, nantinya hanya 25 orang yang akan ditetapkan sebagai penerima akhir program Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS).
Para penerima akan mendapatkan bantuan biaya pendidikan berupa SPP serta bantuan biaya operasional bulanan. Bantuan tersebut diberikan maksimal selama 8 semester atau empat tahun, sesuai dengan ketentuan program.
Meski mendapatkan pembiayaan dari ZIS, zakat, infak dan sadaqah, mahasiswa penerima beasiswa tetap diwajibkan mempertahankan prestasi akademik dengan standar IPK minimal 3,00.
Evaluasi akademik dilakukan secara berkala, termasuk pada semester ketiga. Apabila IPK penerima tidak memenuhi standar yang telah ditetapkan, pembiayaan dari BAZNAS tidak dapat dilanjutkan sesuai ketentuan program.
“Beasiswa ini merupakan amanah. Kami berharap penerima benar-benar bersungguh-sungguh dalam belajar dan dapat menyelesaikan pendidikan dengan baik,” jelas Zainal.
Selain mendapatkan bantuan pendidikan, mahasiswa penerima SKSS juga akan dilibatkan dalam kegiatan sosial BAZNAS ketika memasuki masa libur kuliah.
Keterlibatan tersebut diharapkan dapat membentuk mahasiswa yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga kepedulian sosial dan semangat untuk berkontribusi kepada masyarakat.
Program Kampar Cerdas melalui Satu Keluarga Satu Sarjana menjadi salah satu bentuk ikhtiar BAZNAS Kabupaten Kampar dalam mengoptimalkan manfaat ZIS, zakat, infak dan sadaqah yang dihimpun dari masyarakat.
Bantuan tersebut diharapkan tidak hanya meringankan beban keluarga penerima manfaat, tetapi juga menjadi jalan membuka akses pendidikan bagi generasi muda dari keluarga yang membutuhkan.
BAZNAS Kampar berharap para penerima SKSS nantinya mampu menyelesaikan pendidikan hingga meraih gelar sarjana, kemudian kembali memberikan manfaat bagi keluarga, masyarakat