Hasil 400 Kg Jagung, Polsek Tembilahan Hulu Perkuat Lumbung Pangan Desa
Herie Tersadar Akan Pentingnya Program JKN-KIS
Nusaperdana.com, Indragiri Hilir - Herie Fahrianto (48) merupakan peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang terdaftar dengan segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU). Ditemui oleh tim jamkesnews, Herie menceritakan pengalamannya saat pertama kali mendaftarkan diri menjadi peserta Program JKN-KIS pada tahun 2019 silam.
“Saya sakit Diabetes sejak tahun lalu dan langsung berobat, penyakit saya ini larinya ke mata, serta pernah dirawat inap selama tiga malam. Saat itu saya belum memiliki KIS, sehingga biaya pengobatan ditanggung sendiri. Jadi, waktu dirawat inap itulah saya disarankan oleh dokternya untuk membuat KIS, sebab penyakit Diabetes ini penyakit yang harus dikontrol terus, dan pastinya mengeluarkan biaya setiap kontrol,” ujar Herie.
Berkat saran tersebut, Herie bersama anggota keluarganya memutuskan untuk mendaftar Program JKN-KIS. Ia mengaku sejak menjadi peserta JKN-KIS, biaya pengobatan menjadi lebih ringan, karena hanya perlu membayar iuran saja setiap bulannya secara rutin.
“Jujur, saat itu belum tau program JKN-KIS, pokoknya kalau tidak sakit tidak terfikir untuk membuat KIS. Biasanya kalau berobat bayar terus, saat anak sakit juga dibawa berobat secara umum. Berkat adanya KIS menjadi lebih mudah dan nyaman, karena ditanggung oleh seluruh peserta di Indonesia dengan sistem gotong royong,” pungkas Herie.
Herie menyadari betapa beruntungnya menjadi peserta JKN-KIS, setelah ia dan keluarganya mendapatkan pelayanan kesehatan. Ia berharap Program JKN-KIS akan terus berjalan untuk kedepannya, karena sangat penting dan membantu memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
“Saya mengambil iuran kelas 3, dan tidak keberatan untuk membayar. Coba pikirkan dengan iuran Rp 42.000 untuk satu orang, dari biaya segitu kita bisa berobat. Tentunya iuran yang kita keluarkan, itu tidak sebanding dengan biaya yang ditanggung jika berobat secara pribadi. Tapi dengan adanya BPJS Kesehatan, segala sesuatu bisa terbantu,” terang Herie.
Di akhir ceritanya Herie mengungkapkan, meskipun baru menyadari Program JKN-KIS saat jatuh sakit, ia merasa dirinya telah mendapatkan pelayanan dengan baik.
“Alhamdulillah kondisi saya sekarang lebih baik. Walaupun tidak ada keluhan, obat jalan terus dan vitamin juga diberikan. Istri dan anak saya sudah pernah menggunakan KIS, dari awal kami berobat menggunakan KIS, pelayanannya baik-baik saja, seperti penolakan itu tidak ada, pelayanan cepat, dan tidak pernah dipersulit. Tidak pernah sekalipun saya diminta untuk membayar, obat juga ditanggung,” tutup Herie.


Berita Lainnya
Polres Kampar Gelar Perkara Dugaan Pencurian Bibit Sawit, Polisi Libatkan BPN dan Ahli Pidana
HUT INI ke-118, Pengda INI Pekanbaru Gelar Pelatihan OSS dan KBLI 2025
Satres Narkoba Polres Inhil Ungkap Peredaran Narkotika, Sita 5.707 Butir Ekstasi dan Sabu
Komitmen Dukung Swasembada Pangan, Polsek KSKP Tembilahan Manfaatkan Lahan Tidur untuk Budidaya Cabai Rawit
Dinilai Konsisten Berantas Narkoba, Kapolres Inhil dan Kasat Res Narkoba Raih Penghargaan dari GRANAT
Polsek Sabak Auh Gelar Turnamen Domino Meriahkan Hari Bhayangkara ke-80
Bhabinkamtibmas Polsek Pelangiran Cek Perkembangan Tanaman Timun Warga di Inhil, Hasilnya Memuaskan
Hanya 81 Ribu dari 400 Ribu Warga Kampar Bekerja, Ikhsan Desak DPRD Panggil Seluruh Perusahaan