Hutan Hulu Kampar Dibabat, Air Terjun Gulamo Terancam: Masyarakat Minta Aparat Bertindak Cepat
NUSAPERDANA.COM, KAMPAR,– Kerusakan hutan di wilayah hulu Kabupaten Kampar kian mengkhawatirkan. Kawasan hutan di sekitar Kelurahan Batu Bersurat dan Desa Tanjung Alai, Kecamatan XIII Koto Kampar, dilaporkan telah dibabat habis oleh oknum tak bertanggung jawab. Aktivitas perusakan ini dinilai mengancam ekosistem hutan sekaligus keberlanjutan objek wisata alam Air Terjun Gulamo, salah satu ikon wisata alam Kampar.
Masyarakat setempat menyatakan keprihatinan mendalam atas kondisi tersebut. Mereka menilai pembiaran terhadap pembalakan dan perusakan hutan di kawasan hulu akan berdampak besar di masa depan, mulai dari banjir, longsor, krisis air bersih, hingga rusaknya potensi wisata alam yang selama ini menjadi kebanggaan daerah.
“Kalau ini dibiarkan, habis hutan di hulu Kampar. Dampaknya bukan sekarang saja, tapi akan dirasakan anak cucu kami ke depan,” ujar perwakilan masyarakat setempat.
Warga mendesak pihak kepolisian kehutanan, aparat penegak hukum, tokoh adat, serta Pemerintah Kabupaten Kampar untuk bertindak cepat dan tegas. Mereka meminta adanya penertiban lapangan, penindakan hukum terhadap pelaku, serta perlindungan nyata terhadap kawasan hutan yang tersisa.
Menurut masyarakat, kawasan hutan di sekitar Air Terjun Gulamo bukan sekadar wilayah hijau, melainkan daerah resapan air dan penyangga ekosistem. Kerusakan di hulu diyakini akan membawa bencana ekologis bagi wilayah hilir Kampar.
Ironisnya, hingga kini aktivitas perusakan tersebut disebut-sebut masih berlangsung tanpa pengawasan ketat. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan serius terkait fungsi pengawasan pemerintah dan aparat terkait di kawasan rawan perusakan hutan.
Masyarakat berharap tidak ada pembiaran dan kompromi terhadap pelaku perusakan lingkungan. Mereka menegaskan bahwa penyelamatan hutan Kampar adalah tanggung jawab bersama, namun negara dan pemerintah daerah memiliki kewajiban utama untuk hadir dan bertindak.
“Selamatkan hutan Kampar, Pak. Jangan tunggu bencana baru bertindak,” tegas warga.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang terkait dugaan pembabatan hutan di kawasan tersebut.


Berita Lainnya
1.600 Agen BRILink dan 14 Kantor Unit Kerja Perkuat Layanan Keuangan di Kabupaten Inhil
Resmi Berkolaborasi, PW-IWO Provinsi Riau dan PBH Peradi Pekanbaru Siapkan Pendampingan Hukum Pro Bono
Sambut 1 Muharram 1448 Hijriah, PKS PT Permata Citra Rangau Berbagi Sembako Untuk Warga
KLH Respons Dugaan Pencemaran Hulu Sungai Kampar, Minta PUDAL Sumatera Tindak Lanjuti
Jelang Panen, Polsek Sabak Auh Pantau Tanaman Jagung Program Asta Cita di Lahan Ketahanan Pangan
Hulu Sungai Kampar Diduga Tercemar, DPRD Kampar Desak DLH Jangan Hanya Menunggu Laporan, Segera Turun ke Lapangan
Menuntut Keadilan Migas: Pemkab Siak Dukung KPK Benahi Sengkarut PI 10% demi Kesejahteraan Rakyat
Jelang Panen, Polsek Sabak Auh Pantau Tanaman Jagung Program Ketahanan Pangan Asta Cita