Trending
+
Polres Kampar Tangkap Pria Cabuli Anak di Bawah Umur di XIII Koto Kampar
Dibaca : 383 Kali
Pemuda di Tapung Hulu Dibegal 2 OTK, Motor dan HP Raib
Dibaca : 698 Kali
KOMPAK Provinsi Riau Minta Semua Instansi Terkait Serius Tangani Balita Penderita Gizi Buruk
Nusaperdana.com, Indragiri Hilir - Ketua Komunitas Peduli Anak (KOMPAK) Provinsi Riau, Maryanto SH meninjau seorang balita penderita gizi buruk, Ahmad Rizki (4,6) asal Dusun Hidayah, Desa Kuala Selat, Kecamatan Kateman, Sabtu malam (10/8/19). Instansi terkait diminta serius tangani balita penderita gizi buruk.
Anak laki-laki keempat dari pasangan Rahman (40) dan Suriani (39) ini dirawat di Ruang Isolasi 2, Ruangan Perawatan Anak Rumah Sakit Puri Husada Tembilahan, setelah dirujuk dari RS Raja Musa Sungai Guntung, sore tadi, karena kondisi kesehatannya semakin menurun dan perlu transfusi darah.
Menurut keterangan Rahman, anaknya ini sudah pernah dirawat selama 13 hari di RS Raja Musa Sungai Guntung, pada usia 2 tahun. Setelah itu hanya dikasih obat ala kadarnya di rumah, karena ketiadaan biaya untuk berobat ke RS. Baru-baru ini saja ia mengurus kartu BPJS.
"Pada usia 2 tahun, anak saya ini sempat dirawat 13 hari di RS Sungai Guntung, setelah itu hanya berobat biasa saja di rumah," ceritanya kepada wartawan, Sabtu malam (10/8/19).
Selain menderita gizi buruk, Ahmad Rizki juga diketahui mengalami gangguan penglihatan sehingga tidak dapat melihat objek yang ada di depannya.
"Menurut dokter di RS Guntung anak saya ini kena katarak matanya," sebut pria yang bekerja sebagai nelayan ini.
Direktur RSUD Puri Husada Tembilahan dr Saut Pakpahan mengakui bahwa anak tersebut menderita gizi buruk. Saat ini sedang menjalani prosedur tetap pengobatan bayi penderita gizi buruk.
Salah seorang perawat yang berjaga saat itu menyatakan bahwa balita ini memang menderita gizi buruk, berat badannya tidak ideal dengan umurnya saat ini.
"Saat ini tahapan pengobatannya diberikan susu F75," imbuhnya.
Ketua KOMPAK Provinsi Riau, Maryanto SH meminta kasus gizi buruk ini menjadi perhatian dan penanganan serius Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir melalui instansi terkait.
"Kasus gizi buruk ini harus mendapat perhatian dan penanganan serius semua instansi terkait," tegasnya. Pemerintah harus menunjukkan keberpihakan terhadap masalah ketahanan keluarga.
Dalam kesempatan peninjauan tersebut, KOMPAK Provinsi Riau memberikan sumbangan kepada orang tua balita penderita gizi buruk tersebut.
Selain menderita gizi buruk, Ahmad Rizki juga diketahui mengalami gangguan penglihatan sehingga tidak dapat melihat objek yang ada di depannya.
"Menurut dokter di RS Guntung anak saya ini kena katarak matanya," sebut pria yang bekerja sebagai nelayan ini.
Direktur RSUD Puri Husada Tembilahan dr Saut Pakpahan mengakui bahwa anak tersebut menderita gizi buruk. Saat ini sedang menjalani prosedur tetap pengobatan bayi penderita gizi buruk.
Salah seorang perawat yang berjaga saat itu menyatakan bahwa balita ini memang menderita gizi buruk, berat badannya tidak ideal dengan umurnya saat ini.
"Saat ini tahapan pengobatannya diberikan susu F75," imbuhnya.
Ketua KOMPAK Provinsi Riau, Maryanto SH meminta kasus gizi buruk ini menjadi perhatian dan penanganan serius Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir melalui instansi terkait.
"Kasus gizi buruk ini harus mendapat perhatian dan penanganan serius semua instansi terkait," tegasnya. Pemerintah harus menunjukkan keberpihakan terhadap masalah ketahanan keluarga.
Dalam kesempatan peninjauan tersebut, KOMPAK Provinsi Riau memberikan sumbangan kepada orang tua balita penderita gizi buruk tersebut.


Berita Lainnya
Amir Luthfi Ucapkan Selamat HUT ke-76 Kabupaten Kampar
Zumrotun Rayakan HUT Kampar Ke 76 dan HUT Gerindra Ke 18: Kampar di Hati, Kompak Bergerak Berdampak
Plt Kadis PUPR Kampar Ucapkan Selamat HUT ke-76 Kabupaten Kampar, Tegaskan Komitmen Pembangunan Infrastruktur
Ketua STAI Auliaurrasyin Apresiasi Dukungan Polri di Bawah Kepemimpinan Presiden RI
Pengurus FPK Inhil Dukung Peran Polri di Bawah Kepemimpinan Presiden RI
Dispora Kampar Janji Tindak Lanjuti Dugaan Pungutan SPP di SMPN 4 Tapung Hulu
Pemuda Kampar Ajak Warga Desa Tolak KSO PT Agrinas, Tanah Sitaan PKH Harus Dikembalikan ke Rakyat
Pemuda di Tapung Hulu Dibegal 2 OTK, Motor dan HP Raib