Perkara Dugaan Korupsi PT GCM Naik Status
Nusaperdana.com, Indragiri Hilir - Kejaksaan Negeri Kabupaten Inhil mengungkapkan perkara dugaan korupsi PT Gemilang Citra Mandiri atau GCM naik status setelah sebelumnya perkara yang ditangani oleh pihak Kepolisian dinyatakan P-21.
Setelah memakan waktu yang cukup lama di tahap penyelidikan oleh pihak kepolisian, akhirnya kasus dugaan korupsi yang ditaksir merugikan negara sekitar Rp 4 Milyar naik ke tingkat penyidikan oleh pihak kejaksaan.
"Jadi Saya bukan diam saja. Sudah ada temuan BPK, nilainya kurang lebih Rp 4 Milyar," tukas Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Inhil, Susilo saat menyampaikan sambutan dalam acara syukuran Hari Bhakti Adhyaksa Ke - 59, Senin (22/7/2019) di Tembilahan.
Tak banyak hal yang diutarakan oleh Kajari. Dia hanya memberikan sekilas petunjuk terkait progres kasus dugaan korupsi yang bergulir sejak beberapa tahun lalu.
"Baru ini Saya ngomong. Kalau ingin mencari informasi, silakan ikuti perkembangan saja. Kita mengapresiasi pihak Polres, jarang P-19, P-21 terus," pungkas Kajari.
Sebagaimana diketahui, PT Gemilang Citra Mandiri merupakan Badan Usaha Milik Daerah yang kini sudah bubar. Namun demikian, harta kekayaan atau aset dari PT Gemilang Citra Mandiri tidak memiliki kejelasan.
Bahkan, diasumsikan perkara dugaan tindak pidana korupsi ini melibatkan oknum pejabat penting daerah Kabupaten Inhil dan merupakan sebuah skenario besar 'perampokan' uang negara.


Berita Lainnya
Polres Inhil Ungkap Dua Kasus Karhutla dan Perambahan Hutan, Dua Tersangka Diamankan
Polantas Karib Hadir di Car Free Day, Satlantas Polres Inhil Kampanyekan Keselamatan Berlalu Lintas
Perempuan Bangsa Kepri Gelar Pengobatan Massal di Tanjung Uma, Komitmen Hadir di Tengah Warga
Dukung Asta Cita Presiden, Polsek KSKP Tembilahan Rawat Tanaman Jagung
Kejar Swasembada Pangan, Polisi Turun ke Kandang Sapi Inhil: Peternak Didorong Tingkatkan Produksi
Apel Gabungan Siaga Darurat Penanggulangan Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Tahun 2026
Harga Kelapa Inhil Kian Melemah, Akademisi UNISI Bayu Fajar Susanto: Negara Harus Hadir Benahi Tata Niaga Petani
Profesi Advokat Diduga Dilecehkan Saat Jalankan Tugas, PERADI, TPPA, dan IKADIN Desak Penegakan Hukum Tanpa Pandang Bulu