Trending
+
Polres Kampar Tangkap Pria Cabuli Anak di Bawah Umur di XIII Koto Kampar
Dibaca : 476 Kali
Puluhan Pelajar STM di Sukabumi Ikut Aksi Mahasiswa
Nusaperdana.com, Sukabumi - Puluhan siswa STM di Kota Sukabumi ikut meramaikan aksi Aliansi BEM Sukabumi yang menggelar unjuk rasa di gedung DPRD Kota Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (25/9/2019). Para pelajar STM itu terlihat mencolok dengan baju seragam putih dan abu-abu, beberapa di antaranya kaus olahraga.
Seperti dilansir dari Detik.com, para pelajar STM itu berasal dari beberapa sekolah yang berbeda. Biasanya mereka berhadap-hadapan untuk tawuran, namun hari ini mereka terlihat berdiri berdekatan tanpa saling senggol. Awalnya petugas kepolisian yang berjaga sempat khawatir akan terjadi gesekan di antara mereka dan memberikan peringatan agar jangan ada perkelahian.
Beberapa mahasiswa yang ada di lokasi aksi juga terdengar mengingatkan agar jangan terlibat keributan. "Awas maraneh datang kadieu ngadon ribut, ulah siah (awas kalian datang ke sini hanya numpang ribut, jangan)," kata seorang mahasiswa berbahasa Sunda.
Namun hal itu dijawab tegas oleh para pelajar STM itu. "Moal ah moal ribut (nggak ah, nggak ribut), hari ini libur tawurannya," celetuk seorang pelajar.
Seolah tidak mau kalah dengan kakak-kakak mahasiswa, beberapa pelajar ikut-ikutan teriak ketika ribuan mahasiswa berorasi.
"Hidup mahasiswa!" kata peserta aksi.
Secara bersamaan, para pelajar itu kompak berteriak lantang, "hidup STM!".
Teriakan anak STM tersebut itu memancing tawa sejumlah peserta aksi. Hari ini demonstran dari Aliansi BEM Sukabumi menyuarakan desakan agar Presiden Jokowi mengeluarkan perppu untuk memberlakukan kembali UU KPK yang lama dan menolak RUU KUHP.
Membawa berbagai spanduk berisi kritik, elemen mahasiswa ditemui beberapa perwakilan anggota DPRD Kota Sukabumi. Aksi berlangsung damai, sejumlah petugas kepolisian berseragam menjaga ketat gerbang masuk gedung DPRD Kota Sukabumi.
Penolakan mahasiswa soal RUU KUHP dan desakan soal perppu tentang UU KPK yang baru mendapat sambutan dari sejumlah anggota DPRD yang ada di lokasi. Petisi soal itu kemudian ditandatangani di atas meterai dan dikirim melalui faksimile ke DPR RI.
"Kami menyampaikan petisi dan itu mendapat dukungan dari perwakilan DPRD yang tadi menemui. Mereka juga membuat perjanjian menolak RUU KUHP dan mendesak Jokowi untuk membuat perppu soal KPK," kata Teguh Hidayat dari Aliansi BEM Sukabumi.
Sementara itu, Wawan Djuanda dari Fraksi PKS DPRD Kota Sukabumi, membenarkan ia dan teman-teman sejawatnya sepakat dengan mahasiswa terkait poin-poin penolakan revisi UU KPK dan RUU KUHP.
"Menolak undang-undang revisi KPK yang sudah disahkan dan mendesak dikeluarkannya perppu oleh Presiden dan menolak RUU KUHP karena di sana banyak pasal rancu, banyak pasal yang kami juga tidak setuju. Kami kirim faksimile ke DPR RI dan disaksikan oleh perwakilan mahasiswa," tutur Wawan.


Berita Lainnya
Amir Luthfi Ucapkan Selamat HUT ke-76 Kabupaten Kampar
Zumrotun Rayakan HUT Kampar Ke 76 dan HUT Gerindra Ke 18: Kampar di Hati, Kompak Bergerak Berdampak
Plt Kadis PUPR Kampar Ucapkan Selamat HUT ke-76 Kabupaten Kampar, Tegaskan Komitmen Pembangunan Infrastruktur
Ketua STAI Auliaurrasyin Apresiasi Dukungan Polri di Bawah Kepemimpinan Presiden RI
Pengurus FPK Inhil Dukung Peran Polri di Bawah Kepemimpinan Presiden RI
Dispora Kampar Janji Tindak Lanjuti Dugaan Pungutan SPP di SMPN 4 Tapung Hulu
Pemuda Kampar Ajak Warga Desa Tolak KSO PT Agrinas, Tanah Sitaan PKH Harus Dikembalikan ke Rakyat
Pemuda di Tapung Hulu Dibegal 2 OTK, Motor dan HP Raib