Rumah Batik Serunai Kampar Tampil Memukau di GEMA, Angkat Kearifan Lokal ke Panggung Lebih Luas
NUSAPERDANA.COM, KAMPAR – Rumah Batik Serunai Kampar berhasil mencuri perhatian dalam ajang GEMA dengan menampilkan berbagai koleksi batik khas daerah yang sarat nilai budaya dan kearifan lokal.
Keikutsertaan tersebut menjadi bukti bahwa produk UMKM Kabupaten Kampar mampu tampil kompetitif dan mendapat tempat di hati masyarakat.
Beragam motif unggulan yang ditampilkan tidak hanya memperlihatkan keindahan seni batik, tetapi juga menggambarkan kekayaan budaya Kampar yang selama ini menjadi identitas daerah. Sentuhan desain yang modern membuat Batik Serunai mampu menjangkau berbagai kalangan, termasuk generasi muda.
Pemilik Rumah Batik Serunai, Ratnawati, mengatakan bahwa keikutsertaan dalam ajang GEMA merupakan kesempatan penting untuk memperkenalkan batik khas Kampar kepada masyarakat yang lebih luas.
Menurutnya, promosi melalui pameran dan kegiatan budaya menjadi salah satu langkah strategis dalam memperkuat pasar produk lokal.
Penampilan Rumah Batik Serunai mendapat apresiasi dari para pengunjung yang hadir. Banyak di antaranya tertarik dengan motif-motif khas yang mengangkat unsur budaya Melayu serta kekayaan alam yang menjadi ciri khas Kabupaten Kampar.
Selain menjadi sarana promosi, ajang GEMA juga dinilai mampu membuka peluang kerja sama dan memperluas jaringan pemasaran bagi pelaku UMKM. Hal ini menjadi modal penting bagi pengrajin batik untuk terus berkembang dan meningkatkan daya saing produk lokal di tengah persaingan pasar yang semakin ketat.
Keberhasilan Rumah Batik Serunai tampil dalam kegiatan tersebut menunjukkan bahwa sektor ekonomi kreatif berbasis budaya memiliki potensi besar untuk terus tumbuh. Dengan dukungan berbagai pihak, batik khas Kampar diyakini mampu menembus pasar yang lebih luas, bahkan hingga tingkat nasional.
Rumah Batik Serunai berharap kehadirannya dalam ajang GEMA dapat menjadi motivasi bagi pelaku usaha lainnya untuk terus berinovasi dan melestarikan budaya daerah.
Melalui karya-karya yang dihasilkan, batik tidak hanya menjadi produk ekonomi, tetapi juga media untuk menjaga dan memperkenalkan identitas Kampar kepada generasi mendatang.


Berita Lainnya
Dukung Ketahanan Pangan, Polsek Sabak Auh Siapkan 1,5 Hektare Lahan Jagung Pipil
Polres Inhil Gelar Konferensi Pers, Tegaskan Komitmen Berantas Perambahan Hutan dan Karhutla
Ratusan Mahasiswa dan Petani Kelapa Demo di Kantor Bupati Inhil, Desak Pemerintah Perjuangkan Harga Kelapa
Kapolsek Tambang Serahkan Bantuan Pupuk Pada Kelompok Tani Dalam Rangka Swasembada Pangan
Polres Inhil Ungkap Dua Kasus Karhutla dan Perambahan Hutan, Dua Tersangka Diamankan
Polantas Karib Hadir di Car Free Day, Satlantas Polres Inhil Kampanyekan Keselamatan Berlalu Lintas
Perempuan Bangsa Kepri Gelar Pengobatan Massal di Tanjung Uma, Komitmen Hadir di Tengah Warga
Dukung Asta Cita Presiden, Polsek KSKP Tembilahan Rawat Tanaman Jagung