Tanam Pohon Pisang di Tengah Badan Jalan Berlobang Bentuk Protes Warga Buantan Besar Akibat Jalan yang Tak kunjung di perbaiki
Nusaperdana.com,Siak--Masyarakat Kampung Buantan Besar,Kecamatan Siak,Kabupaten Siak Provinsi Riau,menanam pohon pisang di tengah badan jalan yang rusak dan berlobang tepatnya di jalan lintas Siak-Bungaraya pohon pisang yang di tanamkanya itu adalah bentuk protes mereka tentang kerusakaan jalan di daerah mereka yang tak kunjung di perbaiki.Senin (1/11/2021)
Hal ini disampaikan Riky,salah seorang Warga Kampung Buantan Besar kepada Wartawan.
“ Kami menanam pohon pisang ini adalah bentuk protes atas rusaknya jalan kami, jalan lintas Siak-Bunga Raya yang berada di kampung Buantan Besar ini.” Ujurnya
“Jalan ini tidak kunjung di perbaiki sampai sekarang Sejak lebaran idul fitri sampai saat ini, kurang lebih 5 bulan jalan itu belum Juga diperbaikan.”Ujarnya lagi.
"Kalau musim panas jalan berdebu sekali, dan kalau hujan pula datang jalan jadi becek dan berlobang akibat dilalui oleh mobil-mobil Tronton yang setiap hari melewati di jalan ini sehingga kerusakan jalan bertambah parah.” Tuturnya Lagi.
selain itu Riky banyak juga warga yang mengeluh yang mana rumahnya berada pas di tepi jalan termasuk rumah Riki, karena rumahnya sangat berdekatan dengan jalan yang rusak.
"kami sangat heran mengapa jalan di paket menuju Kecamatan Bungaraya itu sudah diaspal dan kampung Langkai tahun ini jalannya sudah siap di bangun pengaspalan kenapa di kampung kami ini yang merupakan kampung peninggalan sejarah kolam hijau ini kenapa tidak di Bangun kok di tinggalkan.” Ujar Riky Kembali.
Hal yang sama pernah diutarakan oleh Ketua Ketua RT 01/RK 02 Dusun Kolam Hijau Bambang Irawan,S.meminta kepada pihak terkait agar jalan itu dilakukan penyiraman.
"Kami juga tidak masalah Kalau jalan itu kapan-kapan di bangun tetapi, adolah upaya Pemda Siak untuk melakukan penyiraman di jalan ini, sebab banyak rumah-rumah warga yang di pinggir jalan lintas mengalami debu yang banyak, bisa-bisa merusak pernafasan kami.”Tutur Pak RT Bambang.
"Atau disiram aspal curah saja biar tidak berdebu, janganlah ada anak kandung dan anak tirinya, sebab Desa langkai dan Desa Paket jalannya sudah bagus, kenapa Desa Buantan Besar ini dibiarkan bedebu terus, Padahal desa ini adalah desa kerajaan seolah-olah di biarkan saja berdebu.”Ungkap Bambang kembali.
"Kami mintalah kepada Pemda Siak sebelum jalan ini diperbaiki tolong diupayakan penyiraman kalau tidak siramlah pakai aspal curah saja. Agar kami di kampung ini tidaj setiap hari menghirup debu-debu yang beterbangan di jalan, untuk itu sangat di harapkan kepada pihak instansi terkait melakukan penyiraman.” Pungkas Bambang Irawan.(Donni)


Berita Lainnya
RDP DPRD Inhil Bahas HGU 3.811,79 Hektare PT GHM, Kompensasi Warga Dibatalkan
Dukung Ketahanan Pangan, Polsek Sabak Auh Siapkan 1,5 Hektare Lahan Jagung Pipil
Polres Inhil Gelar Konferensi Pers, Tegaskan Komitmen Berantas Perambahan Hutan dan Karhutla
Ratusan Mahasiswa dan Petani Kelapa Demo di Kantor Bupati Inhil, Desak Pemerintah Perjuangkan Harga Kelapa
Kapolsek Tambang Serahkan Bantuan Pupuk Pada Kelompok Tani Dalam Rangka Swasembada Pangan
Polres Inhil Ungkap Dua Kasus Karhutla dan Perambahan Hutan, Dua Tersangka Diamankan
Polantas Karib Hadir di Car Free Day, Satlantas Polres Inhil Kampanyekan Keselamatan Berlalu Lintas
Perempuan Bangsa Kepri Gelar Pengobatan Massal di Tanjung Uma, Komitmen Hadir di Tengah Warga