Viral Air Mineral Kemasan Milik Aques Diduga Tak Sehat Terjadi di Pelalawan
Nusaperdana.com, Pelalawan - Viral Air minum mineral Aques kemasan gelas di duga tak sehat dan mengandung racun.
Hal ini terjadi beberapa waktu lalu di Kecamatan Pangkalan Kuras Kab-Pelalawan-Riau tepat nya pada Perusahaan Air minum Aques yg berada di jalan lintas timur sorek.
Perusahaan Air minum mineral dan isi ulang itu tepat berada di samping kolam ikan Hotel Dangau, yang patut di duga hasil Air mineral yang di produksi Aques di curigai tak sehat ucap salah satu warga yang tak mau namanya di muat.
Ditemukan-nya ratusan Air minum kemasan gelas merek Aques yang di duga mengandung racun beberapa waktu lalu itu sudah beredar di media sosial Facebook tepatnya di Grup Info Kejadian Pelalawan.

Temukannya Kemasan Aques yang mengandung racun,bakteri, dan kotor itu berawal dari warga Desa Batang Kulim Kecamatan Pangkalan Kuras, yang menyelenggarakan hajatan Khinatan pada hari kamis tgl 19-8-2021.
Saat para tamu undangan hendak meminum Air minum gelas yang bermerek Aqes itu, alangkah terkejutnya saat melihat Air yang bercampur lumut dan berkarat.
Dan sontak saja tamu undangan yang lainnya juga menemukan hal yang sama dan acara pesta sempat bubar.
Salah satu keluarga pemilik hajatan menconfirmasi melalui telpon selulernya kepada pemilik Aques yakni bapak Edi, namun bukan etika kebaikan yang di lontarkan pak Edi.
Awak media mencoba menconfirmasi pemilik Aques yakni pak Edi namun dirinya berkilah hingga mencak-mencak.
Dirinya mengatakan kalau itu poto di grup bisa di edit, dan ini sudah pencemaran nama baik saya sebagai pemilik Aques ucapnya dengan nada marah.
Ke-esokan harinya media ini kembali menconfirmasi pak Edi namun kali ini pak Edi mengakui jika hal itu benar terjadi.
Benar bang ucapnya mengawali, memang kami sedang perbaikan alat penyaringan, karna alat kami sedang rusak.
Di tanya kenapa produksi saat alatnya rusak dan sedang perbaikan pemilik Aques memilih untuk diam.
Masyarakat pangkalan kuras berharap kepada dinas terkait, agar jangan tutup mata, dan melakukan tindakan dan memberikan sanksi, karna ini sudah sangat merugikan masyarakat. (Gom)


Berita Lainnya
Ratusan Mahasiswa dan Petani Kelapa Demo di Kantor Bupati Inhil, Desak Pemerintah Perjuangkan Harga Kelapa
Kapolsek Tambang Serahkan Bantuan Pupuk Pada Kelompok Tani Dalam Rangka Swasembada Pangan
Polres Inhil Ungkap Dua Kasus Karhutla dan Perambahan Hutan, Dua Tersangka Diamankan
Polantas Karib Hadir di Car Free Day, Satlantas Polres Inhil Kampanyekan Keselamatan Berlalu Lintas
Perempuan Bangsa Kepri Gelar Pengobatan Massal di Tanjung Uma, Komitmen Hadir di Tengah Warga
Dukung Asta Cita Presiden, Polsek KSKP Tembilahan Rawat Tanaman Jagung
Kejar Swasembada Pangan, Polisi Turun ke Kandang Sapi Inhil: Peternak Didorong Tingkatkan Produksi
Apel Gabungan Siaga Darurat Penanggulangan Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Tahun 2026