China Mulai Bangun Stasiun Luar Angkasa Tahun Depan

Sumber Foto: Detik.com

Nusaperdana.com, Jakarta - Badan antariksa China sedang menyiapkan pembangunan stasiun luar angkasa yang ukuran dan proses pembangunannya akan sangat mengejutkan. Pembangunan stasiun luar angkasa ini rencananya dimulai pada tahun 2021 mendatang.

Dikutip detikINET dari Universe Today, Selasa (9/6/2020) stasiun luar angkasa tersebut bernama Tiangong yang berarti istana surgawi. Untuk membangun stasiun luar angkasa ini, China akan melakukan 11 peluncuran roket dalam waktu dua tahun.

Begitu proyek ini selesai, stasiun luar angkasa berbobot 66 ton ini akan menjadi rumah bagi tiga astronaut selama maksimal enam bulan. Stasiun luar angkasa ini direncanakan mengudara selama 10 tahun sebelum akhirnya keluar dari orbit.

Stasiun luar angkasa ini akan terbuka untuk astronaut pada 2023 mendatang dan akan memiliki tiga modul. Modul utama akan menjadi area tinggal astronaut dan dua modul lainnya dirancang untuk menampung eksperimen dari seluruh dunia, mulai dari soal teknologi luar angkasa hingga biologi di gravitasi nol.

Modul pertamanya diperkirakan akan mengudara pada kuartal pertama tahun 2022, jika semuanya berjalan sesuai rencana. Modul ini akan diangkut menggunakan roket Long March 5B dan peluncuran seterusnya akan membawa modul tambahan serta suplai dan orang-orang untuk membangun stasiun tersebut.

Selain stasiun luar angkasa pesaing International Space Station, China juga sedang merencanakan peluncuran teleskop baru bernama Xuntian. Teleskop ini akan memiliki ukuran cermin yang sama seperti Hubble Space Telescope, tapi akan memiliki bidang pandang yang lebih lebar.

Teleskop ini akan menghuni orbit yang sama dengan stasiun luar angkasa tersebut, di ketinggian sekitar 340-450 km. Sehingga teleskop tersebut bisa singgah dan menempel di stasiun luar angkasa untuk proses perbaikan dan upgrade.



[Ikuti Nusaperdana.com Melalui Sosial Media]



Tulis Komentar