Divonis 4 Bulan Penjara dan Denda 6 juta , Kades Tajir Ajukan Banding
Nusaperdana.com, Inhu - Dunia politik memang tidak seindah dunia wisata alam, banyak orang yang tersandung oleh yang namanya politik. Namun dalam hal ini terkadang hukum justru tidak seimbang, pasalnya banyak orang yang tersandung karena hukum yang dinilai kurang adil.
Seperti yang di alami oleh kepala desa talang jerinjing (tajir) Edi Priyanto, ST yang beberapa waktu lalu ia dilaporkan karena dugaan ikut berkampanye untuk salah satu paslon Bupati dan Wakil Bupati Indragiri Hulu tahun 2020. Pria muda yang biasa di panggil edi tajir dengan kharismatik yang sangat luar biasa itu dilaporkan oleh pihak yang merupakan tim pemenangan dari paslon sebelah
Dalam laporan tersebut, edi tajir diduga melanggar UU dalam pilkada serentak tahun 2020 karena memberikan pernyataan sikap atau deklarasi dengan mendukung salah satu paslon, namun tudingan tersebut dibantah oleh edi tajir.
"Memang benar saya memberikan pernyataan sikap untuk mendukung salah satu paslon, namun pernyataan sikap tersebut saya lakukan karena saya sebagai sekretaris NU inhu bukan sebagai Kepala Desa" Terang Edi tajir
Lebih dalam ia menjelaskan bahwa dirinya saat itu tidak sedang berdinas dan tidak ia lakukan di lingkungan desa talang jerinjing. Namun dalam persidangan yang digelar pada Senin 30 November 2020 Hakim bacakan putusan kepada edi tajir karena dinilai bersalah, edi tajir di vonis vonis (4) bulan penjara dan denda sebesar (6) juta rupiah dengan subsider (3) bulan.
Edi tajir menyatakan pikir-pikir saat mendengar putusan hakim yang saat itu dipimpin oleh ketua majelis Hakim PN Omori sitorus dengan hakim pendamping imanuel MP sirait dan Debora Manullang.
Edi tajir di jerat dengan pasal 188 UU Nomor 10 Tahun 2016 Jo UU nomor 1 tahun 2015. Karena diduga telah melakukan dukungan pada salah satu paslon berupa pernyataan sikap atau deklarasi yang diunggah ke medsos dalam video berdurasi 35 detik.
Dalam hal ini edi tajir menyatakan bahwa dirinya akan mengajukan banding karena vonis yang ia terima dianggap tidak adil.
"ini merupakan perjuangan, tidak papa santai aja itu biasa dan saya akan ajukan banding" jelas edi tajir saat ditemui NusaPerdana sesaat keluar dari ruang persidangan
Disampaikan juga oleh pengacara edi tajir bahwa edi tajir akan menang dalam banding," tetap optimis dan istiqomah " Tutupnya. (Karto)


Berita Lainnya
Tak Sekadar Lari! Riau Bhayangkara Run 2026 Jadi Kampanye Besar Lawan Karhutla
Bupati Inhil Apresiasi 267 Pedagang Subuh Tegas Dukung Relokasi, Demi Perubahan Besar
Ketua MUI Inhil Apresiasi Kapolda Riau dan Kapolres Inhil, 557 Tersangka Narkoba Berhasil Diamankan
Bhabinkamtibmas Pantau Perkembangan Tanaman Jagung di Desa Teluk Bunian
Bupati Luncurkan Buku Profil Ulama Kharismatik Kabupaten Bengkalis Jilid II
Heboh di Tapung Hilir Belasan Pria Datangi Kebun Sawit dan Bawa Warga ke Polres Kampar Polisi Hadang di Tengah Jalan
Bupati Inhil Herman Tekankan Kesiapsiagaan Karhutla Hadapi Musim Kemarau 2026 di Inhil
Bupati Inhil Lepas Keberangkatan Jamaah Haji Menuju Tanah Suci