Dunia Film di Era New Normal dalam Bayangan Reza Rahadian
Nusaperdana.com, Jakarta - Kebijakan new normal yang ditetapkan pemerintah berlaku di banyak sektor termasuk industri film. Di Indonesia, penetapan aturan lewat protokol kesehatan tengah didiskusikan.
Bagi Reza Rahadian, aturan new normal yang diterapkan nanti membutuhkan banyak penyesuaian. Sebab, sebuah produksi film yang melibatkan banyak orang mesti dihindari di situasi sekarang.
"Physical contact itu pasti ada antara pemain antara kru dll nah hal-hal itu yang mungkin harus dijaga. Tes kesehatannya seperti apa, kebersihan di lokasi, kemudian gimana mengkoordinasi departemen PU (pembantu umum), artistik untuk punya spot-spotnya sendiri," ungkapnya saat IG Live bersama detikcom belum lama ini.
Setiap syuting juga membutuhkan set yang tak sedikit. Ini juga disebut Reza menjadi tantangan tersendiri.
"Yang sulit dilakukan juga meminimalisir banyaknya set dalam lokasi syuting. Karena banyaknya set ini memungkinkan kita harus mobile ke sana kemari dan itu yang juga sulit untuk sekarang ini, karena orang-orang mungkin tak akan membiarkan tempatnya disewa untuk kebutuhan syuting," imbuhnya.
Badan Perfilman Indonesia sendiri tengah mendiskusikan tentang protokol kesehatan bersama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Tak hanya produksi film, aturan mengenai tata cara menonton di bioskop juga didiskusikan.


Berita Lainnya
Warga Binaan Rutan Medan Buka Puasa Bersama Keluarga. 1.543 orang berkumpul di Safari Ramadhan Penuh Makna
Rutan Medan Tancap Gas Atasi Overkapasitas, 85 Napi Tipikor Dipindahkan Selama 2025 - 2026
Pers di Persimpangan AI: Menkomdigi Tegaskan Etika sebagai Nafas Demokrasi
Patisipasi Dalam HPN 2026 di Banten PWI Bengkalis Ikuti Jalan Sehat
Sambut HPN dan Piala Dunia 2026, PWI Main Bola Bareng ANTARA, TVRI, dan RRI
Ketua PWI Bengkalis Adi Putra Ikuti Retret Kebangsaan Kemenhan RI, Perkuat Peran Pers sebagai Kader Bela Negara
Retret PWI Masuki Hari Kedua, Disiplin dan Integritas Jadi Penekanan
Rangkaian HPN 2026, PWI dan Kemenhan Gelar Retret Perkuat Pers Profesional dan Berwawasan Kebangsaan