Ini Penyebab Kenaikan Gas Elpiji 3 Kg di Tembilahan
Nusaperdana.com, Tembilahan - Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagtrin) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) tanggapi persoalan mulai langkanya Gas Elpiji ukuran 3 Kg dan sebut belum ada kenaikan harga gas di tahun 2020, Tembilahan, Kamis (06/01/20) siang.
Sebagaimana diketahui, beberapa hari terakhir ini, masyarakat di Tembilahan khususnya mulai kesulitan mendapatkan Gas Elpiji 3 Kg dan harga elpiji juga sudah naik di pengencer.
Ifdiarman, S.Sos menyebutkan memang ada beberapa masukan ke pihaknya, ada yang bilang sulit mendapatkan Gas Elpiji termasuk dari beberapa media atau masyarakat.
"Jadi, setelah saya konfirmasi ke SPPE di Rumbai kalau masalah pasokan gas kita tidak ada masalah distributor itu akan dilayani setiap hari itu informasi dari rumbai terus untuk distributor semalam juga ada datang ke sini menyampaikan masalah gas juga kalau dari SPPE ke distributor gas normal aja katanya sampai ke pangkalan normal juga cuman ditemukan di masyarakat ada kenaikan harga karena baru-baru ini ada dikenakan PPN 10 persen," sebutnya.
Kenaikan harga belum di laksanakan di distributor atau pangkalan namun sangat di sayangkan karna oknum oknum yang mengecer gas sudah menaikan harganya kurang lebih 30 ribuan.
"Menurut informasi yang kita dapatkan dari distributor jadi akan menaikkan harga Elpiji 3 Kg dan dalam waktu dekat mungkin kita akan mengumpulkan distributor mengadakan rapat tentang permasalahan kenaikan harga dan kelangkaan,"jelasnya.
Dalam kinerja pangkalan atau distributor tidak akan berani menaikan harga karna jika menaikan harga maka mereka akan di kenai sanksi.
"Kalau untuk di distributor atau pangkalan itu untuk harga Gas tidak akan berani menaikkan itu harus sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET) kan karena kalau di atas dia akan kena sanksi nanti Tapi kalau di pengecer-pengecer itu memang sampai saat ini belum bisa kita tangani lagi karena dia tidak punya izin," ujarnya.
Karena kenaikan dan kelangkaan Tabung Gas yang berbentuk melon ini banyaknya masyarakat yang sudah mengeluh.
"Solusinya kita upayakan koordinasi dengan pelaku-pelaku yang berkaitan dengan kenaikan gas itu Tapi selama ini kita cek baik saja di SPPE maupun di pangkalan maupun pengakuannya normal para enceran aja harganya masih Rp 27 ribu pertabung," tutupnya. (safar)


Berita Lainnya
Dukung Ketahanan Pangan, Jajaran Polsek Sabak Auh Kawal Pertumbuhan Jagung Pipil Hingga Panen
Polsek Sabak Auh Pantau Panen Jagung Pipil, Dukung Program Ketahanan Pangan Asta Cita
Jelang Panen, Polsek Sabak Auh Intensif Pantau Jagung Ketahanan Pangan di Lahan UPTD Pertanian
47 Personel dan 1 PNS Polri Polres Indragiri Hilir Naik Pangkat, Kapolres: Jadikan Amanah untuk Tingkatkan Pengabdian
Media Nusa Perdana Surati BPN Kampar, Minta Klarifikasi Soal Pencabutan SKT dan SKGR di Kota Garo
Panen Raya Jagung di Sabak Auh, Polsek dan Kelompok Tani Dukung Program Ketahanan Pangan Nasional
Polres Kampar Gelar Perkara Dugaan Pencurian Bibit Sawit, Polisi Libatkan BPN dan Ahli Pidana
HUT INI ke-118, Pengda INI Pekanbaru Gelar Pelatihan OSS dan KBLI 2025