TPP ASN Inhil Dua Bulan Cair, THR Segera Menyusul Tunggu Perbup
Ketua DPRD Kampar Ahmad Taridi Ucapkan Selamat Idul Fitri 1447 H
Kata Ahli Jiwa Soal PSBB yang Sulit Ubah Perilaku Masyarakat Indonesia
Nusaperdana.com, Jakarta - Protokol kesehatan dalam pembatasan sosial berskala besar (PSBB) diharapkan dapat mengubah perilaku masyarakat sehingga bisa menjalani hidup normal baru di tengah pandemi Corona. Ahli jiwa berkomentar, dari situasi terakhir yang berkembang PSBB bisa dibilang gagal sebagai terapi perilaku.
dr Andri, SpKJ, FACLP, dari Omni Hospitals Alam Sutera mengatakan ramainya pemberitaan soal orang-orang yang mudik, berbelanja baju di pasar, hingga berkumpul jadi tanda masyarakat tidak begitu paham makna protokol kesehatan dalam PSBB.
Dalam ilmu psikologi dan psikiatri, terapi perilaku biasa dilakukan untuk menerapkan sebuah kebiasaan atau perilaku baru. Tujuannya untuk meningkatkan kualitas hidup seseorang.
"Hal ini sebenarnya sama dengan PSBB. Anjuran dan segala macam larangan telah diterapkan, namun sebagian besar masyarakat tidak paham mengapa harus pakai masker, menjaga jarak dan di rumah saja. Mereka mungkin berpikir apa sebenarnya untungnya buat mereka dengan melakukan semua itu. Maka ketika dilonggarkan, semua aturan PSBB dilanggar," kata dr Andri.
"Artinya dalam hal ini PSBB bagi sebagian masyarakat telah gagal menjadi suatu proses terapi perilaku," lanjutnya.
Mengapa PSBB gagal mengubah sebagian besar perilaku masyarakat? dr Andri menyebut ada beberapa kemungkinan, di antaranya bisa karena masih rendah tingkat kepedulian hingga rasa ingin menang sendiri.
Artinya dengan kondisi seperti ini ada kekhawatiran bisa terjadi peningkatan kasus infeksi ketika masa darurat Corona berakhir pada tanggal 29 Mei.
"Maka agak sulit sebenarnya untuk menghadapi new normal ke depannya. Bagaimana kita bisa new normal karena kalau kita pakai masker aja sembarangan... Ada yang hidungnya masih kelihatan, ada yang asal cantel, atau ada yang mulutnya masih terbuka cuma taruh di dagu. Ini saja belum bisa kita lakukan dengan benar," ungkap dr Andri di kanal Youtube-nya, Andri Psikosomatik.
Memang tidak semua abai terhadap protokol kesehatan. Untuk itu dr Andri mengajak agar masyarakat terus berupaya lebih serius lagi menjaga kesehatan demi diri sendiri dan orang-orang terdekat.
"Tentunya kita harus tetap berikhtiar. Bagaimanapun harus menjaga kesehatan tubuh kita dengan baik dengan melakukan langkah-langkah yang memang sudah terbukti bisa membantu kita mengurangi kemungkinan terkena virus COVID-19 ini," pungkas dr Andri.


Berita Lainnya
Warga Binaan Rutan Medan Buka Puasa Bersama Keluarga. 1.543 orang berkumpul di Safari Ramadhan Penuh Makna
Rutan Medan Tancap Gas Atasi Overkapasitas, 85 Napi Tipikor Dipindahkan Selama 2025 - 2026
Pers di Persimpangan AI: Menkomdigi Tegaskan Etika sebagai Nafas Demokrasi
Patisipasi Dalam HPN 2026 di Banten PWI Bengkalis Ikuti Jalan Sehat
Sambut HPN dan Piala Dunia 2026, PWI Main Bola Bareng ANTARA, TVRI, dan RRI
Ketua PWI Bengkalis Adi Putra Ikuti Retret Kebangsaan Kemenhan RI, Perkuat Peran Pers sebagai Kader Bela Negara
Retret PWI Masuki Hari Kedua, Disiplin dan Integritas Jadi Penekanan
Rangkaian HPN 2026, PWI dan Kemenhan Gelar Retret Perkuat Pers Profesional dan Berwawasan Kebangsaan