Kenapa Perusahaan Asing Kurang Berminat Investasi di Indonesia?
Nusaperdana.com, Jakarta – Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menyebutkan sejumlah alasan minimnya minat perusahaan asing mencatatkan sahamnya di pasar modal Indonesia lewat pencatatan perdana saham (IPO). Salah satu masalahnya terkait komunikasi.
“Bisnis itu kan komunikasi, kepercayaan itu lahir atas dasar komunikasi, dan komunikasi itu bisa dibangun apabila ada kenyamanan,” terang Kepala BKPM Bahlil Lahadalia di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (28/1/2020).
Ia pun merasa bahwa pihaknya belum melakukan komunikasi yang baik untuk menggaet modal asing secara terstruktur dan berkelanjutan.
Maka dari itu, Bahlil telah meminta jajarannya agar hal tersebut dapat segera ditingkatkan.
“Mungkin selama ini, sentuhan-sentuhan itu yang belum dilakukan. Jadi syarat untuk mereka bisa percaya (komunikasi), karena mereka investasi di Indonesia, sekarang kita menggiring mereka untuk ke BEI, ini komunikasi aja yang belum intens,” tambahnya.
Target yang hendak dicapai BKPM serta BEI lewat kerja sama yang dilakukan adalah mengajak para investor asing melantai di bursa.
Lewat skema ini, diharapkan 260 perusahaan akan masuk ke Indonesia.
“Kami targetkan minimal 1 – 2 persen tahun ini dari 26 ribu untuk PMA (penanaman modal asing) listing di BEI. Pertambangan, infrastruktur, perkebunan dan pariwisata itu potensial sekali,” terang dia.


Berita Lainnya
Warga Binaan Rutan Medan Buka Puasa Bersama Keluarga. 1.543 orang berkumpul di Safari Ramadhan Penuh Makna
Rutan Medan Tancap Gas Atasi Overkapasitas, 85 Napi Tipikor Dipindahkan Selama 2025 - 2026
Pers di Persimpangan AI: Menkomdigi Tegaskan Etika sebagai Nafas Demokrasi
Patisipasi Dalam HPN 2026 di Banten PWI Bengkalis Ikuti Jalan Sehat
Sambut HPN dan Piala Dunia 2026, PWI Main Bola Bareng ANTARA, TVRI, dan RRI
Ketua PWI Bengkalis Adi Putra Ikuti Retret Kebangsaan Kemenhan RI, Perkuat Peran Pers sebagai Kader Bela Negara
Retret PWI Masuki Hari Kedua, Disiplin dan Integritas Jadi Penekanan
Rangkaian HPN 2026, PWI dan Kemenhan Gelar Retret Perkuat Pers Profesional dan Berwawasan Kebangsaan