Komisi II Harapkan Penambahan Alokasi Dana Tanggulangi Abrasi di Bengkalis
Nusaperdana.com, Bengkalis - Jum'at (21/02/2020) Kondisi abrasi pantai pulau terluar di Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau sudah sangat mengkhawatirkan. Wilayah yang terparah terkena abrasi pantai adalah Pulau Bengkalis, Pulau Rupat, Desa Tenggayun yang berhadapan dengan Selat Melaka berbatas luar dengan negara tetangga malaysia yang setiap tahun lajunya abrasi pantai mencapai puluhan meter.
Kekhawatiran terhadap abrasi yang melanda di Kabupaten Bengkalis hampir mecapai titik kritis membuat Komisi II melakukan pertemuan ke Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR RI guna mencari solusi dan meminta penambahan alokasi anggaran.
Ruby Handoko Ketua Komisi II DPRD Bengkalis dalam forum rapat tersebut meminta kepada Badan Nasional Pengelolaan Perbatasan (BNPP) Dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk menambah alokasi memperluas penanggulangan dan penanganan abrasi di Kabupaten Bengkalis. Karena dengan melihat keadaan abrasi yang terjadi saat ini tidak seimbang dengan alokasi anggaran yang ada. Bukan hanya abrasi saja ini juga berkaitan kedaulatan negara.
Rinto Sekretaris Bappeda memaparkan tentang abrasi yang terjadi di Kabupaten Bengkalis, "Intinya kita berharap dengan status Bengkalis sebagai PKSN prioritas 2020-2024, pemerintah pusat mengalokasikan program dan kegiatan di Kabupaten Bengkalis, bukan sebatas status, angka 2,3 T telah kita hitung berdasarkan kondisi rill lapangan, namun dengan mempertimbangkan kemampuan APBN kita akan mendorong agar kementerian PU dahulukan titik-titik kritis, yang dampaknya paling luas. Mungkin tidak 2,3 T, namun seharusnya dapat mengcover titik-titik kritis tadi, abrasi menjadi isu penting di Kabupaten Bengkalis karena bukan hanya soal lahan yang hilang namun lebih besar lagi persoalan kedaulatan NKRI," Ungkap Rinto dalam pemaparan.
"Kami akan mengalokasikan anggaran untuk abrasi yang terjadi di Bengkalis karena sudah sangat jelas apa yang dipaparkan oleh Komisi II dan Bappeda tadi, disitu ada jalan, perumahan penduduk, dan kebun-kebun yang sangat kritis keadaannya. Maka dari itu kami akan menghitung alokasi anggaran pada titik-titik kritis skala prioritas abrasi yang terjadi di Kab. Bengkalis dan nantinya tergantung kekuatan dana yang ada dibalai Wilayah Sungai Sumatera III (BWSS) untuk pengalokasiannya," Ungkap Ibu Anggi kasubdit Pantai Kementerian PUPR. (putra/rls)


Berita Lainnya
Polsek Sabak Auh Pantau Panen Jagung Pipil, Dukung Program Ketahanan Pangan Asta Cita
Jelang Panen, Polsek Sabak Auh Intensif Pantau Jagung Ketahanan Pangan di Lahan UPTD Pertanian
47 Personel dan 1 PNS Polri Polres Indragiri Hilir Naik Pangkat, Kapolres: Jadikan Amanah untuk Tingkatkan Pengabdian
Media Nusa Perdana Surati BPN Kampar, Minta Klarifikasi Soal Pencabutan SKT dan SKGR di Kota Garo
Panen Raya Jagung di Sabak Auh, Polsek dan Kelompok Tani Dukung Program Ketahanan Pangan Nasional
Polres Kampar Gelar Perkara Dugaan Pencurian Bibit Sawit, Polisi Libatkan BPN dan Ahli Pidana
HUT INI ke-118, Pengda INI Pekanbaru Gelar Pelatihan OSS dan KBLI 2025
Satres Narkoba Polres Inhil Ungkap Peredaran Narkotika, Sita 5.707 Butir Ekstasi dan Sabu