Masyarakat Batupute, Desak Kejari Barru Periksa Perangkat Desa
Nusaperdana.com, Barru Sulsel - Masyarakat Desa Batupute Bergerak" rencananya akan melakukan aksi damai di Jalan Poros Barru-Pare-Pare, tepatnya di Desa Batupute, Kecamatan Soppeng Riaja, Kabupaten Barru, Sulsel, Minggu (5/4/2020).
Namun, Dalam aksi tersebut ditunda lantaran tidak mendapat izin dari pihak kepolisian setempat.
"Kami selalu berkoordinasi dengan pihak Kepolisian Polres Barru dan Polsek Soppeng Riaja, iya betul aksi ini ditunda karena sesuai dengan maklumat kepolisian dan instruksi langsung dari pusat dan kabupaten bahwa dilarang berkerumun guna menghindari penyebaran Covid-19, teman-teman Paham dan taat hukum," ungkap Akbar, selaku Koordinator lapangan.
Meski begitu, mereka akan menunggu sampai situasi sudah kondusif dan tetap akan melakukan aksi demonstrasi.
"Kita tetap akan turun aksi kalau sudah diberi izin dan situasi Covid-19 sudah kondusif, karena yang kita bawa adalah aspirasi Masyarakat Desa," kata Aco, salah satu pemuda.
Menurut mereka, sudah banyak ketimpangan yang terjadi di Desa Batupute, hanya masyarakat bingung bagaimana cara menyampaikannya ke pemerintah desa.
"Masyarakat sebenarnya sadar dan tahu masalah yang terjadi di desa kita, tapi mereka tidak tahu bagaimana cara menyampaikannya, untuk itu pemuda hadir sebagai fasilitator," kata Akbar.
Adapun tuntutan mereka diantaranya mendesak Kejari Barru untuk segera memeriksa perangkat desa atas dugaan praktik KKN, mendesak kades agar mengtransparansikan dana desa tahun anggaran 2017-2019, meminta kades supaya lebih peduli terhadap masyarakatnya dengan berani turun menyerap aspirasi dan keluhan warga desa, meminta pemerintah desa agar serius melakukan upaya pencegahan Covid-19 di desa dan meminta kades dan perangkat desa lainnya agar mundur jika terbukti melakukan praktik KKN.
"Kami bingung juga, banyak masyarakat yang datang ke sekretariat pemuda dan menyampaikan aspirasinya, kenapa mereka tidak langsung ke pemerintah desa, menurut kami, komunikasi antara pemerintah desa dengan masyarakatnya tidak terjalin dengan baik, dan itu wajar saja, sebab pemerintah desa selama ini jarang sekali terlihat di tengah-tengah masyarakat, padahal mereka di amanahkan untuk melayani dan mengayomi masyarakat," jelas Akbar.
Para aksi demonstrasi mengakui bahwa ditundanya aksi ini akan memberikan mereka kesempatan lebih banyak untuk mencari dan mengkaji data yang akan di bawa saat aksi nanti.
"Betul, kita punya banyak waktu untuk mencari dan mengkaji data lebih banyak dan mendetail, terlebih aksi ini di dukung oleh masyarakat desa," ucap Rahmat, salah satu pemuda Desa Batupute.
Meski ditunda, mereka mengakui bahwa atribut aksi telah dipersiapkan semua.
"Sebenarnya teman-teman dan masyarakat sudah siap turun demonstrasi, beberap spanduk dan ban bekas sudah disiapkan, tapi lagi lagi kita harus taat hukum demi kebaikan kita bersama," tambah Akbar. (Ullah)


Berita Lainnya
Tak Sekadar Lari! Riau Bhayangkara Run 2026 Jadi Kampanye Besar Lawan Karhutla
Bupati Inhil Apresiasi 267 Pedagang Subuh Tegas Dukung Relokasi, Demi Perubahan Besar
Ketua MUI Inhil Apresiasi Kapolda Riau dan Kapolres Inhil, 557 Tersangka Narkoba Berhasil Diamankan
Bhabinkamtibmas Pantau Perkembangan Tanaman Jagung di Desa Teluk Bunian
Bupati Luncurkan Buku Profil Ulama Kharismatik Kabupaten Bengkalis Jilid II
Heboh di Tapung Hilir Belasan Pria Datangi Kebun Sawit dan Bawa Warga ke Polres Kampar Polisi Hadang di Tengah Jalan
Bupati Inhil Herman Tekankan Kesiapsiagaan Karhutla Hadapi Musim Kemarau 2026 di Inhil
Bupati Inhil Lepas Keberangkatan Jamaah Haji Menuju Tanah Suci