Miris Betul Nasib Pesepeda di Indonesia: Jalur Diserobot dan Jadi Korban Tabrak
Nusaperdana.com, Jakarta - Bersepeda di jalanan Indonesia dianggap bukan aktivitas yang aman untuk dilakukan. Sudah jalurnya sering diserobot, banyak kasus goweser jadi korban tabrak.
Di tengah pandemi virus Corona (COVID-19) yang masih melanda Indonesia, beberapa masyarakat memilih untuk melakukan aktivitas berolahraga dengan bersepeda. Tak sedikit pula yang bersepeda bersama komunitasnya, sampai-sampai memakan badan jalan.
Konvoi pesepeda yang memakan badan jalan ini dikhawatirkan menjadi pemicu kecelakaan lalu lintas. Apalagi jika ada pengguna kendaraan bermotor yang lalai. Beberapa kasus bahkan ada pesepeda yang menjadi korban.
Menurut instruktur keselamatan berkendara sekaligus Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), Jusri Pulubuhu, bersepeda di jalan raya di Indonesia menjadi hal yang tidak aman. Sebab, berbeda dengan negara-negara maju lainnya, beberapa pengguna kendaraan bermotor tidak disiplin dan menjadi ancaman bagi pesepeda itu sendiri. Apalagi, sudah banyak kasus pesepeda yang ditabrak pengguna kendaraan bermotor lain.
Karena ada potensi pengguna kendaraan bermotor di jalan raya yang tidak disiplin, Jusri menyebut, bersepeda di jalan raya sampai mengokupansi badan jalan adalah tindakan yang berbahaya.
"Ketika di jalan raya, walaupun ada lajur khusus pesepeda yang sudah disediakan saja mereka (pesepeda) harus paham ketidakdisiplinan para pengguna jalan yang lain. Kadang-kadang lajur mereka (lajur khusus sepeda) diambil. Dari semua ini artinya pesepeda rentan sekali kecelakaan. Kita lihat dalam beberapa kasus kecelakaan pesepeda yang ditabrak oleh kendaraan, gerombolan sepeda yang melibatkan 3-4 orang (pesepeda) yang kena tabrak," kata Jusri kepada detikcom, Rabu (10/6/2020).
Menurut Jusri, bersepeda di jalan raya idealnya tidak sampai mengokupansi badan jalan. Karena, hal itu bisa mengganggu pengguna jalan lain dan bisa membahayakan keselamatan pesepeda itu sendiri.
"Dari aspek keamanan, di Indonesia bersepeda di jalan raya sebenarnya nggak aman sama sekali. Karena saya lihat orang (pesepeda) beberapa kali disambar (ditabrak oleh kendaraan bermotor). Karena ketidakdisplinan pengguna jalan lain, mereka jalur trotoar dinaikin kok. Apalagi jalur sepeda yang berupa solid lane di bahu jalan, bukan cuma motor, mobil saja masuk di situ. Untuk masalah etika pengguna jalan di Indonesia kan kurang," sebut Jusri.
"Untuk bersepeda di jalan raya Indonesia sendiri tidak ideal. Kalau mau menyikapinya, kita harus meningkatkan 1.000% untuk berhati-hati. Alasannya karena ketidaksiplinan orang lain dalam berlalu lintas," pungkasnya.


Berita Lainnya
Warga Binaan Rutan Medan Buka Puasa Bersama Keluarga. 1.543 orang berkumpul di Safari Ramadhan Penuh Makna
Rutan Medan Tancap Gas Atasi Overkapasitas, 85 Napi Tipikor Dipindahkan Selama 2025 - 2026
Pers di Persimpangan AI: Menkomdigi Tegaskan Etika sebagai Nafas Demokrasi
Patisipasi Dalam HPN 2026 di Banten PWI Bengkalis Ikuti Jalan Sehat
Sambut HPN dan Piala Dunia 2026, PWI Main Bola Bareng ANTARA, TVRI, dan RRI
Ketua PWI Bengkalis Adi Putra Ikuti Retret Kebangsaan Kemenhan RI, Perkuat Peran Pers sebagai Kader Bela Negara
Retret PWI Masuki Hari Kedua, Disiplin dan Integritas Jadi Penekanan
Rangkaian HPN 2026, PWI dan Kemenhan Gelar Retret Perkuat Pers Profesional dan Berwawasan Kebangsaan