Misliadi: Penyebrangan Roro Sudah Tidak Relevan
Nusaperdana.com, Bengkalis - Jumlah trip penyebrangan roro air putih-sei. Selari dianggap sudah tidak relevan lagi dengan kondisi perkembangan bengkalis saat ini. Hal ini disampaikan oleh pembina himpunan pengusaha muda Indonesia (HIPMI) kab. Bengkalis ketika ditemui awak media di sela-dela acara komfercab PC NU bengkalis.
"Jumlah trip penyebrangan roro air putih - sei. Selari begitu juga sebaliknya sudah tidak relevan lagi dan itu harus ditinjau ulang kembali oleh pemerintah daerah," ujar Misliadi.
"Dengan 44 trip sehari diawali pukul 06.00 - 23.00 sudah tidak layak untuk bengkalis, harusnya ditambah trip dan jam nya karena ini sangat penting untuk pertumbuhan dunia usaha dan ekonomi masyarakat bengkalis terutama trip BBM dan sembako," sambung Tokoh muda ini.
"Kita lihatlah sekarang SPBU sering kosong, solusinya ya tambah trip khusus BBM satu hari 2 trip lah. Dan mobil sayur misalnya, seharusnya jam 05.00 pagi mereka sudah nyebrang sehingga sayur yg segar pagi2 sudah bisa dibeli oleh masyarakat di pasar. Kalau sekarang kan kira-kira jam 08.00 baru masyarakat bisa mendapatkan sayuran yang segar," Politisi muda ini memberikan contoh.
"Kalau konsep saya, seharusnya 24 jam penyebrangan roro kita, untuk merangsang pertumbuhan dunia usaha kita tapi kalau seandainya pemerintah daerah mau menambah trip dan memulainya di jam 05.00 juga sudah lumayan," tutup Ketua umum Karang Taruna ini. (putra/rls)


Berita Lainnya
Di Wiliyah Bantan Sari Kabupaten Bengkalis Hutan Mangrove Seluas 3,4 Hektar Dibabat Untuk Usaha Tambak Udang
Galian C di Pulau Tinggi Ditutup, Ketua Komisi III DPRD Riau: Perusahaan Tak Hadir Saat RDP
Dishub Kampar Monitoring Lalu Lintas di Pasar Ramadan, Pastikan Arus Tetap Lancar
Komisi III DPRD Riau dan Pemprov Sidak Galian C PT KKU di Kampar, Sumur Warga Kering dan Sawah Terdampak
Ngopi Bareng Ketua IWO Riau, Mafirion Bahas Isu Strategis dan Janji Kawal Keluhan Warga
Mafirion Berbagi Kebahagiaan Ramadhan, 1.200 Anak Yatim dan Dhuafa Terima Santunan di Inhil dan Kuansing
Warga Resah Dengan Aktivitas Tertutup di Belakang Meja Biliar Yang Diduga Berkedok Judi
KLHK Limpahkan Pengaduan Aktivitas Galian C PT KKU di Sungai Jalau Kampar ke DLH Riau