Negatif dari Covid-19, Santri Cluster Temboro Diantar Pulang Bupati Barru
Nusaperdana.com, Barru Sulsel - Satu santri asal Barru yang sebelumnya terjangkit virus corona sepulang dari pesantrennya di Temboro Jawa Timur, kini bisa bernafas lega. Pasalnya, ia telah dinyatakan sembuh dari wabah itu setelah menjalani program “Wisata Covid-19” di Makassar.
Santri yang hasil swab keduanya kembali negatif, sudah berkumpul bersama keluarganya di Mallawa Kabupaten Barru, terhitung mulai Rabu (27/05/2020). Anak tersebut diantar langsung oleh Bupati Barru Suardi Saleh usai dijemput Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (TGTPP) Covid-19 di Makassar.
“Alhamdulillah, anak kita ini benar-benar sudah sehat kembali dari virus corona. Hasil swab pertama dan keduanya itu negatif. Jadi mohon jangan dikucilkan, karena sekali lagi anak kita ini sudah terbebas dari wabah itu,” kata Suardi Saleh saat mengantar santri pulang ke rumah orangtuanya, Rabu (27/05/2020).
Sebelum mengantar langsung ke rumah orangtuanya, santri ini terlebih dahulu singgah di Posko TGTPP untuk mendapatkan piagam ucapan terima kasih atas kerjasamanya menjalani masa karantina atau “duta wisata”
Covid-19 selama lebih dua pekan di salah satu hotel di Makassar.
“Terima kasih kepada Anakda dan keluarganya yang bisa bekerjasama dengan baik untuk menjalani program “Wisata Covid”. Tetap jaga kesehatan, dan ikuti apa yang menjadi protokol pencegahan corona,” tambah Suardi Saleh.
Bahkan, demi meyakinkan bila anak itu tidak terjangkit lagi virus Corona, Suardi Saleh mengajak bersalaman sembari menyemangati sebelum mengantarnya pulang ke rumah orangtuanya.
Berdasarkan pantauan, saat Bupati Barru Suardi Saleh mengantar santri ini pulang ke rumahnya, baik keluarga maupun warga setempat, menyambutnya penuh suka cita. Mereka sangat senang dengan kesembuhan anak yang beranjak ke remaja itu.
Sekadar diketahui, santri cluster Temboro ini merupakan kasus positif pertama di Kabupaten Barru. Ia sempat menjalani perawatan di RSUD Barru sebelum dinyatakan positif berdasarkan hasil swab. Dari kasus pertama ini, menular ke lima petugas medis yang sempat menanganinya di Barru.
Baca Juga: Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke 55
Sehari sebelumnya, orang tua santri ini juga sudah dipulangkan ke rumahnya setelah melewati masa inkubasi selama 14 hari di hotel yang ditunjuk Pemprov Sulsel di Kota Makassar.
Khusus enam warga Barru lainnya yang sudah dinyatakan negatif di swab pertama setelah menjalani masa karantina di Makassar, dalam waktu dekat juga akan dipulangkan jika hasil swab keduanya kembali negatif.
Bila enam warga lainnya sudah dipulangkan, maka Barru bisa kembali ke zona hijau. Pasalnya, satu orang yang masih tercatat positif, terjangkit di Kabupaten Sidrap. Datanya hanya dimasukkan ke Kabupaten Barru, karena yang bersangkutan memiliki KTP Barru. Meski demikian, sudah menjalani karantina di Makassar.


Berita Lainnya
Amir Luthfi Ucapkan Selamat HUT ke-76 Kabupaten Kampar
Didemo Dua Kali, Galian C di Sungai Jalau Tetap Beroperasi, LPPNRI Kampar: Negara Jangan Kalah oleh Pelanggar Hukum
Mantan Kades Indra Sakti Divonis 7 Tahun Penjara di Kasus Korupsi Lahan Transmigrasi
Shaqilla Azzahra, Siswa SDN 001 Tembilahan Kota Terima Anugerah Award Internasional di IRFW 2026
FH Unilak Study Visit ke Kuala Lumpur, Mahasiswa Dibekali Wawasan Hukum Internasional
Bupati Kasmarni Kunjungi Desa Bantan Timur, Perkuat Pendidikan Ramah Anak dan Pemberdayaan Perempuan
Kapolres Bengkalis Tegaskan Tiga Oknum Yang Terlibat Pesta Narkoba di Bengkalis Terancam PTDH
Tokoh Masyarakat Kampar Apresiasi Polisi Tangkap Residivis Curat di Salo