Parit di Pekanbaru Ini Dulunya Kumuh, Sekarang Begitu Indah
Nusaperdana.com, Pekanbaru - Saluran drainase atau parit di Pekanbaru ini dulunya bau, kotor, dan dipenuhi sampah. Namun sekarang wajahnya sudah berubah jadi indah dan berwarna.
Kesan parit yang bau dan penuh sampah tersebut sulit ditemukan saat melihat parit yang ada di depan salah satu kantor pemerintahan di Kota Pekanbaru.
Jika melintas di Jalan Sudirman hendak menuju Bandara Sultan Syarif Kasim II dari arah pusat kota, tepatnya di depan Kantor Dinas Energi dan Sumber (ESDM) Daya Mineral Provinsi Riau, maka akan menemukan tampilan parit yang tak biasa.
Alih-alih kotor dan berbau, saluran parit itu memiliki kesan ceria layaknya kolam renang untuk anak-anak.
Dinding sebelah kiri dan kanan parit yang memiliki lebar 6 meter serta panjang sekitar 25 meter di depan kantor dinas tersebut, sengaja dicat dengan beragam varian warna.
Tak sampai disitu, dengan sistem canal blocking parit ini nyatanya disulap menjadi Kolam Warna yang dijadikan sebagai wadah untuk pembiakan berbagai jenis ikan. Ada ikan Mas, Nila, dan Koi.
Kepala Dinas ESDM Indra Agus Lukman mengatakan, pihaknya sengaja menulap saluran parit tersebut sebagai kolam ikan dalam rangka pemanfaatan yang diharapkan bisa meningkatkan nilai tambah.
"Jadi Pak Gubernur Riau (Syamsuar) itu ingin memanfaatkan parit supaya ada nilai tambah. Maka kita buat canal blocking," ungkapnya.
Indra mengatakan, pihaknya membuat Kolam Warna tersebut untuk tujuan jangka pajang. "Sekarang kita sedang cari akal untuk penyaring dan penjernih airnya. termasuk mencoba tanaman yang dapat digunakan sebagai penetralisir air," kata dia.
Selain dinding parit, Dinas ESDM Provinsi Riau juga mengecat trotoar tepi jalan dengan beragam kombinasi warna terang.
"Harapannya ini bisa menjadi contoh bagi masyarakat, kita juga berharap orang tidak lagi buang sampah sembarangan, pejalan kaki merasa nyaman saat melintas, utamanya dapat menggugah masyarakat agar dapat menjaga lingkungan," demikian Indra. **
Sumber: detik.com


Berita Lainnya
Polres Inhil Ungkap Dua Kasus Karhutla dan Perambahan Hutan, Dua Tersangka Diamankan
Polantas Karib Hadir di Car Free Day, Satlantas Polres Inhil Kampanyekan Keselamatan Berlalu Lintas
Perempuan Bangsa Kepri Gelar Pengobatan Massal di Tanjung Uma, Komitmen Hadir di Tengah Warga
Dukung Asta Cita Presiden, Polsek KSKP Tembilahan Rawat Tanaman Jagung
Kejar Swasembada Pangan, Polisi Turun ke Kandang Sapi Inhil: Peternak Didorong Tingkatkan Produksi
Apel Gabungan Siaga Darurat Penanggulangan Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Tahun 2026
Harga Kelapa Inhil Kian Melemah, Akademisi UNISI Bayu Fajar Susanto: Negara Harus Hadir Benahi Tata Niaga Petani
Profesi Advokat Diduga Dilecehkan Saat Jalankan Tugas, PERADI, TPPA, dan IKADIN Desak Penegakan Hukum Tanpa Pandang Bulu