TPP ASN Inhil Dua Bulan Cair, THR Segera Menyusul Tunggu Perbup
Ketua DPRD Kampar Ahmad Taridi Ucapkan Selamat Idul Fitri 1447 H
Pengangguran dan Kemiskinan Terancam Membludak, Fikri Faqih Serukan Ta'awun Nasional
Nusaperdana.com - Anggota Fraksi PKS DPR RI, Abdul Fikri Faqih memperingatkan ancaman pengangguran dan kemiskinan yang diprediksi meningkat tajam menyusul krisis ekonomi akibat pandemi Covid-19.
“Kami menyerukan untuk ta’awun nasional, yakni masyarakat saling berpartisipasi dalam tolong menolong, membantu sesama, dan meningkatkan kepedulian sosial,” katanya di sela pemberian bantuan sembako kepada masyarakat di daerah pemilihannya, Kamis (7/5/2020).
Anggota DPR RI Fraksi PKS, Abdul Fikri Faqih memberikan sejumlah bantuan sembako kepada masyarakat di daerah pemilihannya.
Fikri merujuk pada prediksi Center of Reform on Economic (Core) Indonesia, sebuah Lembaga peneliti independen. Core memperkirakan peningkatan jumlah pengangguran terbuka pada triwulan II 2020 dalam tiga skenario.
Pertama, potensi tambahan jumlah pengangguran terbuka secara nasional mencapai 4,25 juta orang dengan skenario ringan. Kedua, tambahan sebanyak 6,68 juta orang dengan skenario sedang. Ketiga, tambahan hingga 9,35 juta orang dengan skenario berat.
Core Indonesia juga menyebut krisis akibat wabah virus asal Wuhan, China ini berpotensi menambah 5,1 juta hingga 12,3 juta orang miskin di dalam negeri pada kuartal II 2020.
"Skenario terberatnya bertambah 12 juta orang miskin,” sebut rilis Core.
Menurut Fikri, kondisi saat ini merupakan musibah yang tidak bisa terelakkan bagi semua pihak.
“Sedangkan kita sulit berharap pada bantuan pemerintah yang tidak merata, sebagian tidak jelas kapan turunnya, maka kita lebih baik berlomba kebaikan saja, terlebih di bulan suci Ramadhan saat ini,” seru Fikri.
Dirinya menyatakan PKS sejak lama membudayakan tradisi di antara kader-kadernya untuk berkontribusi dalam kebaikan berupa kegiatan sosial di tengah masyarakat.
"Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain,” imbuh Fikri mengutip salah satu hadist nabi.
Lebih lanjut, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah PKS Jawa Tengah ini juga menjelaskan adanya nilai-nilai universal yang terkandung dalam hadist nabi tersebut. Bahwasanya dalam menolong orang lain tidak melihat kelompok, suku, golongan, atau agamanya.
“Setiap kelebihan rezeki pada kita ada hak orang lain yang membutuhkan di dalamnya,” tutur dia.
Bulan suci Ramadhan, tambah FIkri juga merupakan momentum yang pas bagi umat Islam khususnya, terutama untuk berbagi kepada sesama insan.
“Karena di bulan ini penuh berkah Allah, ummat berlomba berbuat kebaikan untuk meraih keutamaan Ramadhan, selain bentuk rasa syukur kepada sang pencipta,” ucap Fikri.
Selain itu, konsep ta’awun atau tolong-menolong, imbuh FIkri merupakan akar budaya bangsa Indonesia sejak dulu.
“Saat ini paling tepat untuk mewujudkannya kembali ke tengah masyarakat kita melaui bulan berbagi, bulan ta’awun nasional,” pungkasnya. (MA)


Berita Lainnya
Warga Binaan Rutan Medan Buka Puasa Bersama Keluarga. 1.543 orang berkumpul di Safari Ramadhan Penuh Makna
Rutan Medan Tancap Gas Atasi Overkapasitas, 85 Napi Tipikor Dipindahkan Selama 2025 - 2026
Pers di Persimpangan AI: Menkomdigi Tegaskan Etika sebagai Nafas Demokrasi
Patisipasi Dalam HPN 2026 di Banten PWI Bengkalis Ikuti Jalan Sehat
Sambut HPN dan Piala Dunia 2026, PWI Main Bola Bareng ANTARA, TVRI, dan RRI
Ketua PWI Bengkalis Adi Putra Ikuti Retret Kebangsaan Kemenhan RI, Perkuat Peran Pers sebagai Kader Bela Negara
Retret PWI Masuki Hari Kedua, Disiplin dan Integritas Jadi Penekanan
Rangkaian HPN 2026, PWI dan Kemenhan Gelar Retret Perkuat Pers Profesional dan Berwawasan Kebangsaan