PSBB Efektif Cegah Gelombang Kedua COVID-19?

Sumber Foto: Detik.com

Nusaperdana.com, Jakarta - Pemerintah pusat memberlakukan PSBB guna memutus mata rantai penyebaran COVID-19. Seperti diketahui, grafik pasien positif Corona mengalami peningkatan, bahkan sempat mencatat rekor hingga hampir penambahan 1.000 orang dalam sehari. Bisakah gelombang kedua kita hindari?

Juru Bicara Pemerintah terkait Penanganan COVID-19, Ahmad Yurianto mengatakan pemerintah menganjurkan masyarakat untuk hidup dengan normal, namun ini tak ada kaitannya dengan PSBB. Dia menegaskan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tak pernah memerintahkan untuk melonggarkan PSBB.

"Sampai saat ini Presiden belum pernah menyampaikan dan memerintahkan kepada semua pemda untuk melonggarkan PSBB. Justru beliau meminta dalam rapat kabinet yang terakhir seluruh pemerintah daerah tetap mengawasi PSBB karena ditengarai pada beberapa minggu ini mobilitas masyarakat akan sangat tinggi terkait dengan tradisi menjelang Lebaran," papar Yuri.

Dikutip dari The Guardian, Rowland Kao Timothy O'Shea Professor of Veterinary Epidemiology and Data Science di the University of Edinburgh, menjelaskan ada atau tidaknya second-wave semua tergantung daripada masyarakat.

"Pengumpulan massa menjadi lebih signifikan jika kegiatan itu dilakukan berulang, dengan setidaknya beberapa individu kembali secara berulang ke tempat yang sama," ujar pria yang juga bekerja untuk Public Health Scotland dalam masalah coronavirus modelling.

Masih kata Rowland Kao, berkumpul dalam satu area atau tempat (kantor, tempat wisata, dan lain sebagainya) meningkatkan peluang terinfeksi dan kemungkinan menulari orang lain. Jika beberapa orang terinfeksi virus corona dan melakukan kontak dengan banyak orang lain, risiko penyebaran yang cepat dapat menjadi tidak terkendali.

Sementara melansir CNET, beberapa faktor terjadinya second-wave dari virus Corona merupakan multifaktor. Contohnya adalah sebaik apa orang-orang melaksanakan social distancing, penggunaan masker, tes yang tersebar luas, dan menghindari keramaian.

Sebagai contoh, sebuah studi baru-baru ini dari model komputer yang dikembangkan De Kai, seorang ilmuwan komputer di University of California, Berkeley dan Hong Kong University, menemukan bahwa jika 80% dari populasi mengenakan masker di tempat umum, tingkat penularan virus coronavirus akan anjlok sekitar 8% dibandingkan dengan tidak memakai masker.

Pada dasarnya, semakin banyak tindakan yang ada untuk membantu mengurangi penularan penyakit - dan semakin efektif langkah-langkah itu diikuti - semakin rendah tingkat infeksi mungkin untuk yang kedua kalinya. Karena itu apakah PSBB bisa mencegah terjadinya gelombang kedua atau tidak? Jawabannya ada pada ketaatan masyarakat untuk #TetapDiRumah dan #JagaJarakDulu agar pandemi cepat berakhir dan kita segera hidup dalam 'new normal'.

Gubenur DKI Jakarta Anies Baswedan juga menyampaikan pesannya kepada masyarakat untuk tetap hidup disiplin selama PSBB berlangsung hingga 4 Juni mendatang. Tapi ia sendiri belum tahu apakah PSBB akan diperpanjang atau tidak.

"Saya ingin mengingatkan kepada semuanya, bahwa diteruskan atau tidak PSBB ini tergantung pada kita semua," kata Anies dalam konferensi pers yang disiarkan Facebook Pemprov DKI Jakarta, Jumat (22/5/2020).

Anies mengatakan dua pekan perpanjangan PSBB Jakarta adalah waktu yang menentukan. Anies meminta warga berdisiplin dan tidak melonggarkan PSBB karena menurutnya risiko penularan virus Corona masih tinggi.

Kalau menurut kalian bagaimana, sobat NP?



[Ikuti Nusaperdana.com Melalui Sosial Media]



Tulis Komentar