Trending
+
Polres Kampar Tangkap Pria Cabuli Anak di Bawah Umur di XIII Koto Kampar
Dibaca : 476 Kali
Puluhan Pelajar Ingin Ikut Demo di DPR, Ngaku Dari Bogor
Nusaperdana.com, Jakarta - Puluhan remaja berseragam sekolah berkumpul di depan Gedung DPR, Jakarta dan mengaku ingin mengikuti aksi unjuk rasa. Ada yang mengenakan seragam pramuka. Ada pula yang berseragam putih abu-abu.
Pantauan CNNIndonesia.com, mereka mulai berkumpul sejak pukul 09.45 WIB hari ini, Rabu (25/9). Saat dikonfirmasi salah satu anak laki-laki mengaku berasal dari Bogor, Jawa Barat dan ingin menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR.
"Iya dari Bogor. Mau aksi," tutur anak lelaki bertubuh kurus kepada CNNIndonesia.com, Rabu (25/9).
Dia tak sendirian. Ia datang bersama beberapa temannya.
Akan tetapi, anak lelaki bertubuh kurus itu tidak tahu apa aspirasi yang ingin disampaikan. Dia mengaku hanya tahu akan ada aksi unjuk rasa dari teman sekolahnya.
Informasi serupa juga diperolehnya dari pesan berantai telepon seluler. Karenanya, dia memutuskan datang menuju Gedung DPR dari Bogor bersama teman-temannya pada hari ini.
"Tahunya dari grup whatsapp, ikutan teman saja," tambah dia.
Mereka tidak lama berkumpul di depan Gedung DPR. Seorang anggota polisi menghampiri dan memarahi mereka. Dia lalu membubarkan gerombolan pelajar yang berkumpul.
"Anak sekolah ngapain di sini. Mana ada anak sekolah demo," ujar polisi tersebut.
Mendengar pernyataan yang dilontarkan polisi dengan nada tinggi, para pelajar tidak diam. Mereka merespons beramai-ramai dengan menyanyikan lagu. 'polisi mengayomi'.
Semakin lama, suara mereka semakin keras. Seolah ingin memprovokasi.
Anggota polisi yang lain lalu datang membantu dan mengusir mereka menuju Jalan Gelora. Gerombolan pelajar itu lantas mundur menjauh dari Gedung DPR hingga ke ujung jalan bawah flyover Senayan dekat Jalan Gerbang Pemuda.
Aksi unjuk rasa sempat digelar oleh berbagai elemen mahasiswa di depan Gedung DPR pada Selasa (24/9). Mereka menolak RKUHP dan RUU lain yang kontroversial disahkan.
Mahasiswa juga mendesak Presiden Jokowi menerbitkan perppu agar UU KPK yang baru disahkan tidak digunakan. Mereka menganggap UU KPK yang baru berpotensi melemahkan kerja-kerja pemberantasan korupsi yang dilakukan KPK.
Akan tetapi, aksi unjuk rasa berujung kerusuhan. Ada beberapa fasilitas umum yang dirusak. Korban luka juga berjatuhan.
Sejauh ini, Polda Metro Jaya menangkap 94 mahasiswa. Satu diantaranya membawa bom molotov.


Berita Lainnya
Amir Luthfi Ucapkan Selamat HUT ke-76 Kabupaten Kampar
Zumrotun Rayakan HUT Kampar Ke 76 dan HUT Gerindra Ke 18: Kampar di Hati, Kompak Bergerak Berdampak
Plt Kadis PUPR Kampar Ucapkan Selamat HUT ke-76 Kabupaten Kampar, Tegaskan Komitmen Pembangunan Infrastruktur
Ketua STAI Auliaurrasyin Apresiasi Dukungan Polri di Bawah Kepemimpinan Presiden RI
Pengurus FPK Inhil Dukung Peran Polri di Bawah Kepemimpinan Presiden RI
Dispora Kampar Janji Tindak Lanjuti Dugaan Pungutan SPP di SMPN 4 Tapung Hulu
Pemuda Kampar Ajak Warga Desa Tolak KSO PT Agrinas, Tanah Sitaan PKH Harus Dikembalikan ke Rakyat
Pemuda di Tapung Hulu Dibegal 2 OTK, Motor dan HP Raib