Sekjen KONI Sebut Tata Kelola Anggaran di Kemenpora Amat Buruk
Jakarta - Sekretaris Jenderal Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), Ending Fuad Hamidy merasa menjadi korban sistem tata kelola anggaran buruk di Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Karena itu dia berdalih terpaksa memberikan uang kepada sejumlah pejabat agar hibah dicairkan.
"Pukulan yang sangat berat bagi saya dan keluarga, karena awalnya supaya turut mengabdi bagi olahraga, harus berakhir tragis akibat bobroknya sistem tata kelola Kemenpora," kata Hamidy saat membacakan pembelaan atau pleidoi di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin, 13 Mei 2019 seperti yang dilansir dari laman Viva.co.id.
Hamidy menjelaskan, dirinya terpaksa memberikan uang kepada pejabat Kemenpora agar dana hibah yang diminta KONI disetujui dan dicairkan. Permintaan uang tersebut disampaikan melalui Miftahul Ulum selaku staf pribadi Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi.
Hamidy menyebut, sebelum ada pemberian uang, pihak Kemenpora tidak akan menyetujui dan mencairkan dana sesuai proposal yang diajukan pihaknya. Semua pengurus KONI bahkan mengeluhkan lambatnya pencairan dana hibah tersebut.?
"Posisi KONI bagaikan makan buah simalakama," imbuh Hamidy.
Dalam kasus ini, Hamidy dan Bendahara KONI Johny E Awuy didakwa menyuap para pejabat Kemenpora terkait pengurusan dan pencairan dana hibah Kemenpora kepada KONI tahun 2018.


Berita Lainnya
Amir Luthfi Ucapkan Selamat HUT ke-76 Kabupaten Kampar
Zumrotun Rayakan HUT Kampar Ke 76 dan HUT Gerindra Ke 18: Kampar di Hati, Kompak Bergerak Berdampak
Plt Kadis PUPR Kampar Ucapkan Selamat HUT ke-76 Kabupaten Kampar, Tegaskan Komitmen Pembangunan Infrastruktur
Pemuda Kampar Ajak Warga Desa Tolak KSO PT Agrinas, Tanah Sitaan PKH Harus Dikembalikan ke Rakyat
Pemuda di Tapung Hulu Dibegal 2 OTK, Motor dan HP Raib
Dana BOS SMPN 4 Tapung Hulu Disorot, Warga Minta Kejari-Inspektorat Turun Tangan
Polres Kampar Tangkap Pria Cabuli Anak di Bawah Umur di XIII Koto Kampar
Kapolres Kampar Apresiasi Brimob Renovasi Jembatan Gobah, Infrastruktur Vital Warga