HUT INI ke-118, Pengda INI Pekanbaru Gelar Pelatihan OSS dan KBLI 2025
Polsek Sabak Auh Gelar Turnamen Domino Meriahkan Hari Bhayangkara ke-80
Aroma Busuk Diduga Mayat di Pekanbaru Sempat Bikin Heboh, Hasil Forensik Ternyata Bangkai Hewan
Nusaperdana.com, Pekanbaru - Masyarakat di sekitar Jalan Soekarno-Hatta, Kecamatan Payung Sekaki, Pekanbaru dihebohkan dengan bau busuk di sekitar aliran parit.
Awalnya masyarakat mendukung bau menyengat itu adalah mayat hasil mutilasi dimutilasi, namun setelah diperiksa ternyata bangkai hewan.
Dari pantauan di lapangan, dua karung berisikan benda yang tidak diketahui dan mengeluarkan bau menyengat, awalnya masyarakat menduga mayat manusia.
Warga pun tidak berani mendekati dan membuka karung tersebut dan akhirnya datanglah petugas polisi.
Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru Kompol Awalludin Syam mengatakan, begitu mendapat informasi dari masyarakat melalui piket Satreskrim, Bhabinkamtibmas dan Babinsa langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP). Informasi yang diterima petugas pada Sabtu (7/3) sekitar pukul 12.30 WIB.
"Saat ditemukan di TKP terdapat dua kantong atau karung yang di dalamnya berbau bangkai. Namun, kami belum tahu isinya apa. Sekarang karung itu dibawa ke RS Bhayangkara Polda Riau untuk diidentifikasi," sebutnya pada, Ahad (7/3).
Lebih jauh ia menyebutkan, dua karung itu ditemukan di dua lokasi yang jaraknya sekitar lima belas meter.
"Di sekitar itu juga ditemukan tulang belulang. Apakah itu tulang manusia atau hewan belum diketahui. Selengkapnya akan kami beritahu setelah diperiksa dari RS Bhayangkara," jelasnya.
Awak media pun menuju ruang Instalasi Forensik RS Bhayangkara Polda Riau. Sekita satu jam pemeriksaan, hasil pun keluar.
Dari hasil yang dilakukan pihak RS Bhayangkara menunjukan bangkai hewan anjing dan babi.
"Yang terbungkus di karung adalah anjing. Dan karung satunya lagi adalah babi. Itu memang mati secara wajar," sebut Kapolsek Payung Sekaki Iptu Akhmad Rivandy.
Lebih jauh, dalam karung itu anjing warna hitam jenis pitbul masih utuh.
Sedangkan isi karung satu lagi dua usus babi dan empat kaki babi sudah terpisah. Masih kata Vandy, untuk penguburan anjing belum disegerakan.
"Anjing tersebut dimasukkan ke dalam kulkas terlebih dulu. Nanti yang melakukan penguburan pihak RS Bhayangkara," ungkapnya.


Berita Lainnya
Polsek Sabak Auh Pantau Panen Jagung Pipil, Dukung Program Ketahanan Pangan Asta Cita
Jelang Panen, Polsek Sabak Auh Intensif Pantau Jagung Ketahanan Pangan di Lahan UPTD Pertanian
47 Personel dan 1 PNS Polri Polres Indragiri Hilir Naik Pangkat, Kapolres: Jadikan Amanah untuk Tingkatkan Pengabdian
Media Nusa Perdana Surati BPN Kampar, Minta Klarifikasi Soal Pencabutan SKT dan SKGR di Kota Garo
Panen Raya Jagung di Sabak Auh, Polsek dan Kelompok Tani Dukung Program Ketahanan Pangan Nasional
Polres Kampar Gelar Perkara Dugaan Pencurian Bibit Sawit, Polisi Libatkan BPN dan Ahli Pidana
HUT INI ke-118, Pengda INI Pekanbaru Gelar Pelatihan OSS dan KBLI 2025
Satres Narkoba Polres Inhil Ungkap Peredaran Narkotika, Sita 5.707 Butir Ekstasi dan Sabu