Asosiasi Nelayan Asahan - Tanjung Balai Akan Terdaftar Menjadi Peserta BPJAMSOSTEK
Nusaperdana.com, Sumut - Asosiasi nelayan yang ada di Kabupaten Asahan dan Tanjungbalai terdiri dari Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Asahan, Persatuan Nahkoda Kapal Penangkap Ikan (PEN KAPIN) Tanjungbalai sepakat akan menenuhi jaminan sosial terhadap para anggotanya melalui kepesertaan di BPJAMSOSTEK.
Hal tersebut, setelah kedua asosiasi ini bersama dengan BPJAMSOSTEK Cabang Kisaran melakukan penandatanganan kesepahaman dalam bentuk MoU bersama dengan BPJS Ketenagakerjaan, pada Jumat (29/1) kemarin dimana para nelayan akan dijamin perlindungan sosialnya melalui program BPJAMSOSTEK.
Hadir dalam kesempatan itu, Kepala Kantor Cabang BPJAMSOSTEK Kisaran Zeddy Agusdien didampingi Kabid Kepesertaan, Boy Citra Tobing, yang sebelumnya memaparkan manfaat kesepertaan BPJAMSOSTEK yang harus didapat oleh para nelayan.
Kepada wartawan, Kepala Cabang Kisaran Zeddy Agusdien menyampaikan kabupaten Asahan maupun Kota Tanjungbalai yang sebagian wilayah pesisir masyarakatnya berprofesi sebagai nelayan di sektor kelautan dan perikanan memiliki resiko besar dan cukup tinggi dalam bekerja. Untuk itu, ia berharap terjalinnya sinergitas melalui asosiasi nelayan ini.
"Profesi tersebut memiliki risiko kecelakaan kerja yang cukup tinggi. Oleh karena itu perlindungan jaminan sosial merupakan hal yang wajib dimiliki agar mereka dapat bekerja dengan aman dan nyaman,” kata Kepala Cabang Zeddy Agusdien.
Kerja sama ini, kata Zeddy merupakan bukti keseriusan BPJAMSOSTEK dalam merangkul para pekerja untuk meningkatkan kesejahteraan seluruh pekerja, khususnya di sektor perikanan , sehingga secara tidak langsung dapat meningkatkan produktifitas dan menjamin perlindungan sosial para nelayan.
Sementara itu, Ketua PEN KAPIN Muhamad Fadli didampingi Ketua HNSI Solahudin mengaku bersyukur pihaknya telah mendapatkan penjelasan mengenai manfaat perlindungan melalui BPJAMSOSTEK. Kedua lembaga ini akan mendaftarkan anggotanya utuk terjamin perlindungan sosialnya dalam bekerja.
“Sebagaimana kita ketahui profesi nelayan, maupun ABK ini sangat beresiko. Kita bersukur mendapatkan pengetahuan dari BPJAMSOSTEK ini sehingga kedepan ada jaminan bagi para nelayan bilamana terjadi satu insiden dalam bekerja,” kata M Fadli yang diamini Solahuddin. (Tigan)


Berita Lainnya
Wabup Rohul Pimpin Pemusnahan Barang Bukti Hasil Penegakan Perda Tahun 2025
Safari Ramadan Ke-5: Sekda Rohul Jemput Langsung Aspirasi Warga Kepenuhan Hulu
Safari Ramadhan Perdana 1447 H / 2026 M, Wabup H. Syafaruddin Poti Kunjungi Kecamatan Tandun
Safari Ramadhan Ke-6 Pemkab Rohul, Wabup Syafaruddin Poti Ajak Perkuat Silaturahmi
Safari Ramadhan Ke-6 Pemkab Rohul, Wabup Syafaruddin Poti Ajak Perkuat Silaturahmi.
Malam Nuzulul Quran, Ikhtiar Bupati Anton Membangun Karakter Generasi Muda Rohul Lewat Cahaya Al-Quran
Wabup Syafaruddin Poti salurkan bantuan dan perkuat silahturahmi
Polres Rohul Gelar operasi ketupat Lancang Kuning 2026 siap kawal mudik aman