Dengan Program JKN-KIS, Melahirkan Pun Menjadi Nyaman
Nusaperdana.com, Indragiri Hilir - Bagi seorang ibu, melahirkan sang buah hati tanpa perlu memikirkan biaya persalinan sangat membantunya mengurangi rasa sakit karena sedikit meringankan beban yang harus ditanggung. Hal inilah yang dirasakan oleh Nelvi Hariyanti warga desa Pekan Heran, Kabupaten Indragiri Hulu. Ia pun menceritakan pengalamannya selama menjadi Peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).
“Awalnya saya mengetahui jika terdaftar sebagai peserta JKN-KIS sekitar tahun 2018 ketika sedang berobat di Puskesmas. Saat nomor Kartu Keluarga dan KTP saya dicek, petugas Puskesmasnya mengatakan bahwa saya memiliki kartu JKN-KIS yang ditanggung oleh Pemerintah. Oleh sebab itu, saya disarankan untuk mengambil kartunya di Kantor BPJS Kesehatan,” ucapnya.
Sejak itulah Nelvi baru mengetahui jika kepesertaannya terdaftar pada segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) dengan pelayanan kamar rawat inap kelas 3. Kemudian ia menyatakan jika pada tiga bulan yang lalu tepatnya pada bulan April, dirinya telah memanfaatkan pelayanan kesehatan dari Program JKN-KIS saat melahirkan.
“Pertama kalinya saya menggunakan KIS, ya untuk melahirkan anak saya yang pertama ini. Waktu itu air ketuban saya merembes selama seminggu, lalu saya datang ke Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) yang terdaftar dikartu dan akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit,” ujarnya.
Nelvi mengaku merasa bersyukur dapat melahirkan secara normal. Terlebih lagi, ia merasa nyaman dengan Program JKN-KIS sebab telah memberikan manfaat pelayanan kesehatan yang luar biasa dan menanggung biaya persalinannya.
“Alhamdulillah, saya bersyukur karena semua sudah ditanggung dan gratis. Pelayanan yang saya dapatkan cepat serta obatnyayang diberikanpun cukup baik. Saat itu saya dirawat dalam ruangan yang dimana terdapat 9 pasien lain, fasilitas yang diperoleh juga baik seperti adanya kipas angin,” terangnya.
Menurut Nelvi, pelayanan kesehatan yang ia dapat telah sesuai dengan pelayanan kelas rawat inap pada KIS yang ia miliki. Diakhir pembicaraan, Nelvi mengungkapkan jika merasa sangat terbantu dengan adanya Program JKN-KIS dan berharap JKN-KIS tetap ada untuk kedepannya dalam memberikan pelayanan kesehatan pada masyarakat Indonesia.


Berita Lainnya
Tak Sekadar Lari! Riau Bhayangkara Run 2026 Jadi Kampanye Besar Lawan Karhutla
Bupati Inhil Apresiasi 267 Pedagang Subuh Tegas Dukung Relokasi, Demi Perubahan Besar
Ketua MUI Inhil Apresiasi Kapolda Riau dan Kapolres Inhil, 557 Tersangka Narkoba Berhasil Diamankan
Bhabinkamtibmas Pantau Perkembangan Tanaman Jagung di Desa Teluk Bunian
Bupati Luncurkan Buku Profil Ulama Kharismatik Kabupaten Bengkalis Jilid II
Heboh di Tapung Hilir Belasan Pria Datangi Kebun Sawit dan Bawa Warga ke Polres Kampar Polisi Hadang di Tengah Jalan
Bupati Inhil Herman Tekankan Kesiapsiagaan Karhutla Hadapi Musim Kemarau 2026 di Inhil
Bupati Inhil Lepas Keberangkatan Jamaah Haji Menuju Tanah Suci