TPP ASN Inhil Dua Bulan Cair, THR Segera Menyusul Tunggu Perbup
Ketua DPRD Kampar Ahmad Taridi Ucapkan Selamat Idul Fitri 1447 H
Dentuman Kemarin Pagi Diklaim Sebagai Skyquake, Apa Itu?
Nusaperdana.com, Jakarta – Suara dentuman terdengar di sejumlah wilayah di Jakarta dan sekitarnya, Sabtu dini hari kemarin. Banyak yang mengira, bahwa itu adalah suara letusan Gunung Anak Krakatau. Namun, ada juga yang menyebut bahwa itu adalah skyquake.
Apa sebenarnya skyquake? Dikutip laman Blastingnews, Sabtu 11 April 2020, fenomena ini adalah suara keras yang datang dari langit. Skyquake dilaporkan telah terjadi di hampir di seluruh dunia.
Suara-suara tersebut disebabkan oleh fenomena atmosfer langka. Beberapa negara memiliki sebutan yang berbeda, seperti Italia adalah brontidi, yaitu seperti guntur. Sementara, masyarakat Jepang menyebutnya sebagai uminari, yang berarti gemuruh dari laut.
Disebutkan jika penulis terkenal asal Amerika Serikat pada abad ke-19, Washinton Irving pernah membahas mengenai skyquakes. Dia bercanda, dengan mengaitkan suara ganjil dari hantu yang bermain bowling di pegunungan.
Namun, cerita lain mengungkapkan jika penyebab skyquake adalah pesawat militer yang melesat dan menembus kecepatan suara. Teori lain dentuman disebutkan berasal dari saluran listrik bertegangan tinggi, radiasi elektromagnetik, saluran gas bertekanan tinggi, atau perangkat komunikasi nirkabel.
"Gempa bumi dangkal dan gundukan tambang bisa menyebabkan (dentuman ini), menyebabkan guncangan dari bawah, dan terdengar di angkasa. Ada juga penyebab alam dan yang berasal dari manusia," kata ahli Meteorologi dari Accuweather, Jim Andrews.
Beberapa negara pernah mengalami fenomena skyquake ini. Menurut laporan NY Post, pada 2017 terdapat lebih dari 64 insiden dentuman. Di Amerika Serikat, dentuman keras terdengar dari langit dekat Pantai Daytona, Florida serta Birmingham, Alabama.


Berita Lainnya
Warga Binaan Rutan Medan Buka Puasa Bersama Keluarga. 1.543 orang berkumpul di Safari Ramadhan Penuh Makna
Rutan Medan Tancap Gas Atasi Overkapasitas, 85 Napi Tipikor Dipindahkan Selama 2025 - 2026
Pers di Persimpangan AI: Menkomdigi Tegaskan Etika sebagai Nafas Demokrasi
Patisipasi Dalam HPN 2026 di Banten PWI Bengkalis Ikuti Jalan Sehat
Sambut HPN dan Piala Dunia 2026, PWI Main Bola Bareng ANTARA, TVRI, dan RRI
Ketua PWI Bengkalis Adi Putra Ikuti Retret Kebangsaan Kemenhan RI, Perkuat Peran Pers sebagai Kader Bela Negara
Retret PWI Masuki Hari Kedua, Disiplin dan Integritas Jadi Penekanan
Rangkaian HPN 2026, PWI dan Kemenhan Gelar Retret Perkuat Pers Profesional dan Berwawasan Kebangsaan