Empat Unit Rumah di Tempuling Hangus Terbakar
Nusaperdana.com, Indragiri Hilir - Empat unit rumah warga di Jalan Provinsi RT 012 RW 002, Kelurahan Sungai Salak, Kecamatan Tempuling, Kabupaten Inhil terbakar, Sabtu (8/7) sore tadi.
Data korban pemilik rumah yang mengalami kebakaran, Syahroni (38), Suwandri (29), M Yamin (32) dan Ahmad Yani (46).
Kebakaran bermula ketika sebuah sepeda motor yang sedang melaju mengeluarkan percikan api pada bagian mesin.
"Tatang mengendarai sepeda motor menuju Kelurahan Pangkalan Tujuh. Bagian mesin motor itu tiba-tiba mengeluarkan percikan api, sehingga Tatang terkejut dan melompat dari sepeda motor," kata Kapolres Inhil AKBP Norhayat melalui Kapolsek Tempuling AKP Osben Samosir.
Sepeda motor itu lalu menabrak kios minyak eceran milik Suwandri, yang berada di sebelah jalan berjarak kurang lebih 5 meter dari Tatang melompat.
"Karena yang ditabrak kios minyak, sontak saja menimbulkan kebakaran, api dengan cepat membesar dan menghanguskan 4 unit rumah, termasuk pemilik kios minyak," terangnya.
Api dapat dipadamkan 30 menit kemudian.
"Tak ada korban jiwa, namun kerugian materil diperkirakan mencapai 500 juta rupiah," imbuhnya.
Saat ini di lokasi kejadian telah diberi garis polisi.
"Atas musibah ini kami telah memanggil beberapa saksi yang berada di lokasi, termasuk pemilik motor. Untuk saat ini masih kami mintai keterangan," tukasnya.


Berita Lainnya
Kondisi Kantor Camat Tapung Jadi Sorotan, Warga Pertanyakan Perawatan Aset Pemerintah
Ketua DPRD Kabupaten Kampar dan Anggota DPRD Zumrotun Bagikan Takjil di Depan Kantor DPC Gerindra
Kapolres Bengkalis: Bazar Ramadhan Itu Belum ada Izin Keramaian Tapi Nekat Buka Juga
Kapolres Bengkalis Buka Ruang Kritik, Sinergi dengan PWI Kian Solid di Ramadan
Kapolres Bengkalis; Ini Simbol Marwah dan Amanah, Saat Resmikan Tanjak dan Selempang di Mako Polres
Diduga Tanpa Izin Keramaian, Budhy Desak Polres Bengkalis Hentikan Bazar Ramadhan
Tiga Pria di Bandar Laksamana Diciduk Saat Asyik Konsumsi Sabu
Proyek Rp4,3 Miliar SMPN 6 Siak Hulu Dilaporkan ke Kejari Kampar, Dugaan Penyimpangan Disorot