Kementan Gelar Penyuluhan Online untuk Petani saat Panen di Gorontalo
Nusaperdana.com, Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) dalam Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratani) terus mengawal panen raya padi dan jagung di Gorontalo yang diperkirakan akan berlangsung pada minggu keempat Maret sampai dengan April nanti. Di tengah mewabahnya virus Covid-19, para penyuluh Kostratani tetap menjadi ujung tombak pemerintah dalam pendampingan petani melalui penyuluhan secara teleconference.
"Penyuluh Pertanian di jadwalkan tetap melakukan pembinaan, pendampingan dan pengawalan aktivitas pertanian oleh petani di lapangan meskipun adanya pembatasan kunjungan di wilayah binaan. Pembinaan ini dilakukan melalui teleconference dengan wilayah binaan sesuai jadwal yang sudah ditentukan," ungkap Kepala Penyuluhan Pertanian Leli Nuryati, dalam keterangan tertulis, Jumat (27/3/2020).
Menurut Leli, program yang diusung oleh Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo tersebut mendorong penyuluhan berlangsung secara intensif tanpa perlu melakukan kunjungan di lapangan. Melalui telekonferensi ini, pemerintah pusat dapat secara cepat mengetahui langsung kendala dan persoalan di lapangan sehingga bisa segera memutuskan kebijakan dan solusi permasalahan untuk petani.
Leli juga mengungkapkan, pengawalan tanpa tatap muka ini sejalan dengan konsep Kostratani yang dikembangkan oleh Kementan. Menteri Pertanian meminta Kostratani memanfaatkan secara optimal peralatan digital dan teknologi informasi dalam kegiatan penyuluhan dan pendampingan.
Sementara itu, salah seorang penyuluh dari Kementan Inang Sariati berharap dengan adanya program Kostratani dari Kementan ini, bisa memberikan motivasi kepada petani pelaksana untuk menerapkan metode teknologi dalam budi daya pangan mereka.
"Pengawalan dari Kementerian Pertanian (Kementan) melalui program Kostratani diharapkan dapat memberikan motivasi kepada petani pelaksana untuk menerapkan teknologi dalam budidaya tanaman pangan. Kita harapkan dengan peningkatan produksi pada akhirnya turut meningkatkan pendapatan petani," ujar Inang.
Menurut Inang, setelah selesai masa panen nanti, para petani mengharapkan pemerintah dapat melakukan percepatan penyaluran benih dari dana APBN provinsi maupun pusat.
"Untuk musim tanam gaduh di Kabupaten Gorontalo Utara penanaman dimulai pada minggu pertama April 2020," pungkas Inang.
Sebagai informasi, Gorontalo sendiri merupakan salah satu sentra produksi nasional untuk komoditas padi dan jagung. Sejak akhir tahun 2019 kemarin, para penyuluh telah melakukan pendampingan untuk memasifkan teknologi baru, yaitu tumpang sari tanaman (turiman) padi lahan kering dan jagung. Pada demontration plot (demplot) turiman di Desa Ilangata Barat, Kecamatan Anggrek, Kab. Gorontalo Utara, panen diperkirakan bisa mencapai 2,83 ton per hektarenya. Varietas yang digunakan adalah Varietas Situbagendit.
Panen Raya Gorontalo bulan Maret - April 2020 nanti menjadi salah satu fokus utama Kementan. Pengawalan dilakukan untuk memastikan ketersediaan stok pangan terjamin, terutama saat Indonesia sedang menghadapi wabah virus Covid-19 dan meningkatnya kebutuhan jelang Ramadan dan Idul Fitri.


Berita Lainnya
Warga Binaan Rutan Medan Buka Puasa Bersama Keluarga. 1.543 orang berkumpul di Safari Ramadhan Penuh Makna
Rutan Medan Tancap Gas Atasi Overkapasitas, 85 Napi Tipikor Dipindahkan Selama 2025 - 2026
Pers di Persimpangan AI: Menkomdigi Tegaskan Etika sebagai Nafas Demokrasi
Patisipasi Dalam HPN 2026 di Banten PWI Bengkalis Ikuti Jalan Sehat
Sambut HPN dan Piala Dunia 2026, PWI Main Bola Bareng ANTARA, TVRI, dan RRI
Ketua PWI Bengkalis Adi Putra Ikuti Retret Kebangsaan Kemenhan RI, Perkuat Peran Pers sebagai Kader Bela Negara
Retret PWI Masuki Hari Kedua, Disiplin dan Integritas Jadi Penekanan
Rangkaian HPN 2026, PWI dan Kemenhan Gelar Retret Perkuat Pers Profesional dan Berwawasan Kebangsaan