TPP ASN Inhil Dua Bulan Cair, THR Segera Menyusul Tunggu Perbup
Ketua DPRD Kampar Ahmad Taridi Ucapkan Selamat Idul Fitri 1447 H
Netizen Kaget Dengar Suara Dentuman Sabtu Dini Hari
Nusaperdana.com, Jakarta - Suara dentuman yang terdengar Sabtu dini hari (11/4/2020) menghebohkan netizen di Tanah Air. Banyak yang mengaku kaget lantaran suara tersebut mampu menggetarkan jendela dan daun pintu.
Pantauan detikINET di Twitter, suara dentuman jadi topik yang hangat dibicarakan warganet. Lebih dari 9.000 kicauan yang diposting dan membuat #Dentuman menjadi trending topic pada Sabtu pagi ini.
Akun @Saddam_PLY mengaku mendapat kabar dari temannya di Serang, Banten yang mengatakan suara dentuman di sana lebih besar dari Jakarta.

Sementara akun @QThahira mengaku sempat keringetan lantaran suara dentuman membuat kaca di rumahnya bergetar padahal tidak ada angin.

Berikut sejumlah reaksi netizen di Tanah Air setelah mendengar dentuman dini hari tadi.


Terkait suara dentuman yang didengar banyak netizen, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMB) menyatakan suara tersebut tidak terkait dengan erupsi Gunung Anak Krakatau. Suara dentuman itu diketahui beberapa kali terdengar dini hari ini.
"Bukan (berasal dari Anak Krakatau), karena letusannya dikategorikan miskin akan gas, lebih bersifat aliran," kata Kepala Bidang Gunung Api PVMBG Hendra Gunawan, saat dihubungi detikcom, Sabtu (11/4/2020)
Menurut Hendra, tidak terdengar bunyi letusan dari Gunung Anak Krakatau sejak semalam. Letusan Gunung Anak Krakatau ini dinilai Hendra relative kecil.
"Saya sudah cek ke Pos Penganatan Gunung Anak Krakatau di dekat Pantai Carita, tidak terdengar bunyi letusan sejak kemarin malam. Karena memang letusannya relatif kecil (tinggi letusan 600-an meter dari muka air laut)," jelas Hendra.
Sementara itu, melansir dari CNNIndonesia.com, Ahli vulkanologi sekaligus mantan Kepala Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Surono menyatakan dentuman dan gemuruh yang dirasakan warga Jakarta dan Jawa Barat pada Sabtu (11/4) dini hari diyakini dari aktivitas Gunung Anak Krakatau.
"Ada yang mengatakan itu bukan suara dari Anak Krakatau, sekarang itu suara dari mana? Apa ada latihan militer?" kata Surono.
Menurut Surono lantaran banyak aktivitas warga yang berhenti akibat COVID-19 membuat kondisi sepi sehingga mengurangi perlambatan perjalanan gelombang suara. Karenanya dia menyakini suara dentuman tersebut dari shockwave (gelombang kejut) erupsi Anak Krakatau yang merambat jauh sampai bisa menggetarkan barang-barang seperti kaca jendela di rumah.
"Kalau getaran di tanah tidak mungkin, tetapi kalau tekanan udara yang termampatkan karena udara, kaca-kaca yang kendor kemungkinan bisa bergetar. Sama juga kalau misalnya ada pesawat terbang itu kan yang bergetar kaca, itu kan dari suara," jelas Surono yang akrab disapa Mbah Rono.


Berita Lainnya
Warga Binaan Rutan Medan Buka Puasa Bersama Keluarga. 1.543 orang berkumpul di Safari Ramadhan Penuh Makna
Rutan Medan Tancap Gas Atasi Overkapasitas, 85 Napi Tipikor Dipindahkan Selama 2025 - 2026
Pers di Persimpangan AI: Menkomdigi Tegaskan Etika sebagai Nafas Demokrasi
Patisipasi Dalam HPN 2026 di Banten PWI Bengkalis Ikuti Jalan Sehat
Sambut HPN dan Piala Dunia 2026, PWI Main Bola Bareng ANTARA, TVRI, dan RRI
Ketua PWI Bengkalis Adi Putra Ikuti Retret Kebangsaan Kemenhan RI, Perkuat Peran Pers sebagai Kader Bela Negara
Retret PWI Masuki Hari Kedua, Disiplin dan Integritas Jadi Penekanan
Rangkaian HPN 2026, PWI dan Kemenhan Gelar Retret Perkuat Pers Profesional dan Berwawasan Kebangsaan