"One Day, One Thousand Rupiahs", Komitmen Dukungan Kemenag Inhil Terhadap Program Pemda

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Inhil, H Harun SAg MPd

Nusaperdana.com, Indragiri Hilir - Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) melaksanakan program "One Day, One Thousand Rupiahs" sebagai bentuk komitmen dukungan terhadap pencanangan program Pemerintah Daerah Kabupaten Inhil.

Program Pemerintah Daerah Kabupaten Inhil dimaksud adalah Gerakan Maghrib Mengaji yang digagas oleh Bupati Kabupaten Inhil, H Muhammad Wardan.

Program "One Day, One Thousand Rupiahs" sendiri merupakan sebuah program yang diinisiasi oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Inhil, H Harun SAg MPd di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Inhil.

H Harun mengatakan, program "One Day, One Thousand Rupiahs" diusung melalui konsep yang sederhana, yakni satu orang pegawai dalam satu hari menyumbang seribu rupiah secara sukarela ke dalam sebuah kotak yang disediakan. Kemudian, hasil sumbangan itu akan disalurkan kepada para calon hafidz dan hafidzah maupun qori dan qoriah asal Kabupaten Inhil.

"Terkadang uang seribu rupiah itu kan tidak dipandang. Adanya di sudut-sudut dinding rumah. Diambil uang itu, masukkan ke dalam kotak," pungkas H Harun.

Dari hasil sumbangan sukarela itu, dikatakan H Harun, pihak Kementerian Agama Kabupaten Inhil telah menyalurkan uang senilai Rp. 1,5 juta kepada 5 orang murid saat kunjungan bersama Bupati ke Kota Baru, Keritang.

"Meski tidak begitu besar, setidaknya bantuan yang diberikan kepada anak-anak itu bisa sedikit memotivasi mereka untuk lebih giat lagi belajar mengaji dan menghapal Al-quran," tutur H Harun.

Penyaluran Al-quran

Disamping dalam bentuk uang yang dilaksanakan melalui program "One Day, One Thousand Rupiahs", Kementerian Agama Kabupaten Inhil juga berkontribusi terhadap pencanangan program keagamaan Pemerintah Kabupaten Inhil dengan cara penyaluran Al-quran.

H Harun mengatakan, di setiap Kantor Urusan Agama (KUA) se-Kabupaten Inhil, pihak Kementerian Agama mengimbau agar para calon pengantin yang akan melangsungkan pernikahan dapat menyumbang 1 buah Al-quran.

"Al-quran itu nanti akan disalurkan ke Masjid (Gerakan, red) Maghrib Mengaji, rumah - rumah Tahfidz. Ini untuk meringankan beban. Jadi, mereka tidak lagi memikirkan harus membeli Al-quran," tukas H Harun.

Untuk mendapatkan bantuan Al-quran, diungkapkan H Harun, pihak Masjid atau Rumah Tahfidz tinggal mengajukan permohonan kepada KUA setempat.

"Berapa saja ada akan kita bantu berikan. Ada 10 (Al-quran, red) ya kita kasih 10. Ada 20 kita beri 20. Al-quran yang kita berikan Al-quran standar Kementerian Agama," tutur H Harun.

Selanjutnya, H Harun menuturkan, di daerah Kecamatan Mandah, pihak Kementerian Agama telah menyalurkan bantuan Al-quran khusus Tahfidz kepada Masjid dan Rumah Tahfidz di sana.

"Kalau Saya menganjurkan Al-quran tahfidz saja yang diberikan untuk menunjang program Bupati," tandas H Harun.



[Ikuti Nusaperdana.com Melalui Sosial Media]



Tulis Komentar