Amir Luthfi Ucapkan Selamat HUT ke-76 Kabupaten Kampar
Tokoh Masyarakat Kampar Apresiasi Polisi Tangkap Residivis Curat di Salo
Pasca Kecelakaan Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Pengerjaan Proyek di Stop Sementara
Nusaperdana.com, Jakarta - Insiden kecelakaan maut terjadi pada proyek Kereta Cepat Jakarta - Bandung, hingga menewaskan dua orang pekerja warga negara asing (WNA). Proyek ini akhirnya dihentikan sementara untuk proses investigasi lebih lanjut.
Kejadian ini sempat viral pada kanal media sosial dari beberapa hari lalu. Dimana banyak video yang menunjukkan, kereta lokomotif teknis anjlok dan terlepas dari jalurnya, Posisi mesin untuk pemasang rel juga terguling ke luar lintasan.
Pihak Kereta Cepat Indonesia - China mengungkapkan insiden ini terjadi pada Minggu, (18/12/2022), sekitar pukul 17.00 WIB di Desa Cempaka Mekar, Padalarang, Kabupaten Bandung.
Dimana rangkaian kereta kerja yang terdiri dari lokomotif disel dan mesin pemasangan rel yang dioperasikan kontraktor Sinohydro, mengalami anjlog hingga keluar dari jalur lintasan.
"Kereta yang keluar jalur bukanlah kereta cepat tetapi rangkaian kereta kerja berupa lokomotif kerja dan mesin pemasangan rel," kata Direktur Utama KCIC Dwiyana Slamet Riyadi, dalam video keterangan, dikutip Selasa (20/12/2022).
Dalam insiden itu menimbulkan korban sebanyak 6 orang, 2 di antaranya lika sedang/berat, 2 luka ringan, dan 2 meninggal dunia. Semuanya merupakan teknisi dari kontraktor Sinohydro dan berwarga negara China.
"Untuk korban luka berat saat ini sedang dirawat di RS Santosa Bandung, sedangkan korban luka ringan sudah diperbolehkan pulang. Kami mengucapkan berbela sungkawa dan duka sedalam - dalamnya untuk keluarga korban meninggal," kata Dwiyana.
Sampai saat ini KCIC bersama pihak terkait masih melakukan evakuasi terjadi dan melakukan evaluasi terhadap SOP pemasangan rel. Juga melakukan investigasi atas apa yang terjadi yang akan dilakukan.
"PT KCIC dan kontraktor KCJB mendukung penuh investigasi yang dilakukan pihak berwenang," kata Dwiyana.
Konstruksi Distop Sementara
Juru Bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati mengungkapkan, Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) telah mengerahkan personel untuk mengidentifikasi insiden yang terjadi. Namun dalam proses investigasi proses konstruksi akan dihentikan sementara.
"Sesuai dengan ketentuan yang berlaku, kegiatan pembangunan akan dihentikan sementara untuk dilakukan proses investigasi lebih lanjut," kata Adita dalam keterangan.
Adapun hasil investigasi dan identifikasi akan dijadikan temuan dan rekomendasi untuk peningkatan aspek keselamatan dalam proyek pembangunan perkeretaapian. Supaya tidak terjadi insiden serupa dikemudian hari.
"DJKA akan memastikan bahwa insiden ini akan dijadikan pelajaran penting untuk mencegah berulangnya insiden serupa," terang Adita.


Berita Lainnya
Negara dalam Genggaman Korporasi: Oligarki Tambang, Kapitalisme Liberal, dan Ketimpangan yang Menganga
Indonesia Pimpin Dewan HAM PBB, Mafirion: Momentum Perkuat Kepemimpinan Global
Kementerian Kehutanan Tegaskan Kehadiran Penyidik Kejagung Hanya untuk Pencocokan Data
Kejari Tabanan Tetapkan Tersangka Korupsi LPD Pacung, Sepanjang 2025 Selamatkan Keuangan Negara Rp2,6 Miliar Lebih
Ketum PMRI Rusli Effendi Ajak 2,3 Juta Masyarakat Riau Rantauan Mantapkan Komitmen Perjuangan Riau Jadi Daerah Istimewa, Libatkan Tokoh Nasional
Pandangan Praktisi Hukum Riau: OTT KPK terhadap Gubernur Riau Sarat Kejanggalan Prosedural
Warga Surabaya dan Sidoarjo Soroti Kerja Nyata dan Momen Haru Silaturahmi Adies Kadir
Meutya Hafid Menteri Komdigi Ingatkan Pemda Jangan Abaikan PWI