Amir Luthfi Ucapkan Selamat HUT ke-76 Kabupaten Kampar
Tokoh Masyarakat Kampar Apresiasi Polisi Tangkap Residivis Curat di Salo
PPP Dukung Ganjar, Golkar dan PAN Diyakini Bakal Merapat ke PDIP
Nusaperdana.com, Jakarta - Pengamat Politik dari Universitas Muhammadiyah Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) Ahmad Atang menilai Partai Golkar dan PAN tidak mungkin bersikap sebagai tandingan PDIP dalam Pilpres 2024.
Analisis itu disampaikan Atang lantaran dua parpol dari Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) itu masih berada di kabinet pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
"Golkar dan PAN masih setia mendukung pemerintahan Presiden Joko Widodo sehingga tidak mungkin mengambil sikap politik sebagai tandingan dengan PDIP," kata dia di Kupang, Sabtu (29/4).
Hal itu disampaikannya terkait dinamika koalisi partai politik setelah PPP memutuskan keluar dari KIB dan berkoalisi dengan PDIP yang menetapkan Ganjar Pranowo sebagai calon presiden di Pilpres 2024.
Atang menyebut penetapan Ganjar Pranowo sebagai salah satu capres yang diusung oleh PDIP telah menggeser peta koalisi.
Setidaknya, kesolidan KIB mulai renggang dengan sikap politik PPP yang memutuskan ikut mendukung Ganjar Pranowo.
Membaca kepentingan politik Golkar dan PAN, Atang memprediksi kedua p?arpol itu juga akan mengikuti langkah PPP dengan merapat ke PDIP dan mendukung Ganjar Capres 2024.
Menurut Atang, Golkar dan PAN masih setia mendukung pemerintahan Jokowi, sehingga kecil kemungkinan keduanya mengambil sikap politik berseberangan dengan PDIP.
Selain itu, Golkar dan PAN sangat berharap adanya bonus elektoral dengan mendukung Ganjar Pranowo dibandingkan dengan figur capres lain.
Lalu, orientasi kekuasaan yang ditunjukkan oleh Golkar dan PAN membuat kedua parpolnya lebih memilih figur capres dengan peluang menang lebih besar, yakni Ganjar Pranowo.
Ahmad Atang menyebut KIB sejak awal tidak memiliki figur capres yang diperjuangkan, sehingga ketika partai koalisi lain telah memiliki capres, KIB justru berada di persimpangan jalan.
"Maka pilihan untuk berlabuh ke PDIP lebih masuk akal dibandingkan bergabung dengan KIR atau koalisi perubahan," ucapnya.
Di sisi lain, KIB juga memiliki keterikatan dengan Jokowi dan PDIP selama dua periode pemerintahan terakhir.
"Hal ini menegaskan bahwa Golkar dan PAN akan maju bersama Jokowi dan PDIP," kata Atang.


Berita Lainnya
Negara dalam Genggaman Korporasi: Oligarki Tambang, Kapitalisme Liberal, dan Ketimpangan yang Menganga
Indonesia Pimpin Dewan HAM PBB, Mafirion: Momentum Perkuat Kepemimpinan Global
Kementerian Kehutanan Tegaskan Kehadiran Penyidik Kejagung Hanya untuk Pencocokan Data
Kejari Tabanan Tetapkan Tersangka Korupsi LPD Pacung, Sepanjang 2025 Selamatkan Keuangan Negara Rp2,6 Miliar Lebih
Ketum PMRI Rusli Effendi Ajak 2,3 Juta Masyarakat Riau Rantauan Mantapkan Komitmen Perjuangan Riau Jadi Daerah Istimewa, Libatkan Tokoh Nasional
Pandangan Praktisi Hukum Riau: OTT KPK terhadap Gubernur Riau Sarat Kejanggalan Prosedural
Warga Surabaya dan Sidoarjo Soroti Kerja Nyata dan Momen Haru Silaturahmi Adies Kadir
Meutya Hafid Menteri Komdigi Ingatkan Pemda Jangan Abaikan PWI