TPP ASN Inhil Dua Bulan Cair, THR Segera Menyusul Tunggu Perbup
Ketua DPRD Kampar Ahmad Taridi Ucapkan Selamat Idul Fitri 1447 H
Viral Video Anak Sapi 'Berkepala Dua' Milik Warganya, Ini Pernyataan Camat Teluk Dalam
Nusaperdana.com, Asahan - Seekor anak sapi lahir dengan kondisi kepala dua di Kecamatan Teluk Dalam Kabupaten Asahan, Sumatera Utara. Vidio anak sapi yang lahir tak biasa itu diposting oleh nettizen di akun sosial media Facebook melalui akun bernama Putra Bugis, di group Asahan Up to Date, pada Minggu (30/8/2020).
Diketahui dari vidio yang beredar viral, anak sapi yang beberapa saat lahir itu tidak dapat bertahan hidup normal dan mati beberapa saat usai di lahirkan.
"Informasi terupdate yang diterima awak media, pemilik anak sapi itu bernama Endri Yanto warga Dusun IV Desa Teluk Dalam Kecamatan Teluk Dalam Kabupaten Asahan," ungkap Umar S,P., M.M selaku Camat Teluk Dalam.
"Informasi tersebut saya terima dari salah satu Perangkat Desa Teluk Dalam. Waktu saya tanyakan ke beliau memang benar ada warga dusun IV yang memiliki anak sapi berkepala dua tersebut," ucap Umar.
Dikutip dari okezone.com, kejadian ini juga pernah terjadi tepatnya pada Jum'at 14 Agustus 2020. Anak sapi berkepala dua lahir di Dusun Gunung Kunci, Desa Jabung, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang.
Masih disumber yang sama, dalam ilmu kedokteran hewan kasus seperti ini cukup langka terjadi. Dokter hewan Teguh Handoko lulusan Universitas Brawijaya Malang menjelaskan kelahiran sapi berkepala dua berbadan satu, itu istilahnya teratogenik.
“Secara ilmiah, sapi kembar siam terjadi karena sapi tersebut memiliki pertumbuhan yang tidak sempurna saat proses pembelahan sel disebut dengan istilah teratogenik, yakni lahirnya fetus atau bayi yang lahir tidak berkembang normal,” ujarnya.
Menurutnya hal tersebut bisa terjadi karena adanya kerusakan sel embrio selama proses kehamilan pada induk sapi. Namun perlu dicatat, bahwa kehamilan kembar pada anak sapi sering menimbulkan kematian, baik pada anak atau induknya.
“Kebuntingan kembar pada ternak sapi sering menimbulkan kematian pada anak dan induknya. Resiko kematian pada kebuntingan kembar dapat dikurangi melalui tatalaksana pemeliharaan induk bunting sejak dini dengan perhatian dan persiapan khusus,” jelasnya. (Aruan)


Berita Lainnya
Ketua DPRD Kampar Ahmad Taridi Ucapkan Selamat Idul Fitri 1447 H
Hangatnya Ramadan, PWI Bengkalis Berbagi Takjil dan Pererat Silaturahmi dengan Buka Puasa Bersama
Pemkab Rohul Safari Ramadhan di Mesjid AL-FALAH Desa kembang damai berlangsung meriah dan damai
Lapas pasir pengaraian ikuti Rapat persiapan pan idul Fitri bersama Kakanril Ditjenpas Riau.
TPP ASN Inhil Dua Bulan Cair, THR Segera Menyusul Tunggu Perbup
Wabup Rohul Pimpin Pemusnahan Barang Bukti Hasil Penegakan Perda Tahun 2025
Safari Ramadan Ke-5: Sekda Rohul Jemput Langsung Aspirasi Warga Kepenuhan Hulu
Safari Ramadhan Perdana 1447 H / 2026 M, Wabup H. Syafaruddin Poti Kunjungi Kecamatan Tandun