Diduga Cemari Udara, Asap PKS Bina Baru Disorot, LPPNRI Kampar Minta Pemerintah Bertindak
Nusaperdana.com, Kampar – Aktivitas pabrik kelapa sawit milik PT Swastisiddhi Amagra (PKS Bina Baru) di Desa Bina Baru, Kecamatan Kampar Kiri Tengah, Kabupaten Kampar, Riau, menjadi sorotan masyarakat. Kepulan asap yang terlihat keluar dari area pabrik saat proses pengolahan sawit memunculkan kekhawatiran warga terkait potensi pencemaran udara.
Pantauan di lokasi pada Senin (9/3/2026) sore, asap tidak hanya keluar dari cerobong utama, tetapi juga tampak keluar dari salah satu pipa yang berada di sisi bangunan pabrik. Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan masyarakat mengenai sistem pengendalian emisi yang digunakan oleh pihak perusahaan.
Menanggapi hal itu, Ketua Lembaga Pemantau Penyelenggara Negara Republik Indonesia (LPPNRI) Kabupaten Kampar, Daulat Panjaitan, meminta pemerintah melalui instansi terkait segera melakukan pengecekan langsung ke lapangan.
Menurutnya, setiap perusahaan yang menjalankan kegiatan industri wajib mematuhi aturan lingkungan hidup serta memastikan aktivitas produksi tidak menimbulkan pencemaran bagi masyarakat sekitar.
“Jika benar asap keluar tidak melalui cerobong utama sebagaimana mestinya, tentu ini perlu diperiksa oleh instansi berwenang. Jangan sampai aktivitas industri justru merugikan masyarakat,” ujar Daulat Panjaitan.
Ia menegaskan bahwa aktivitas perusahaan wajib mematuhi ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Dalam Pasal 69 ayat (1) disebutkan bahwa setiap orang dilarang melakukan perbuatan yang mengakibatkan pencemaran dan/atau perusakan lingkungan hidup.
Bahkan dalam Pasal 98 dan Pasal 99 undang-undang tersebut dijelaskan bahwa pelaku usaha yang dengan sengaja atau karena kelalaiannya menyebabkan pencemaran lingkungan dapat dikenakan sanksi pidana penjara serta denda miliaran rupiah.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak manajemen PT Swastisiddhi Amagra belum memberikan keterangan resmi terkait kondisi asap yang terlihat keluar dari area pabrik tersebut.


Berita Lainnya
Resmi Berkolaborasi, PW-IWO Provinsi Riau dan PBH Peradi Pekanbaru Siapkan Pendampingan Hukum Pro Bono
Sambut 1 Muharram 1448 Hijriah, PKS PT Permata Citra Rangau Berbagi Sembako Untuk Warga
KLH Respons Dugaan Pencemaran Hulu Sungai Kampar, Minta PUDAL Sumatera Tindak Lanjuti
Jelang Panen, Polsek Sabak Auh Pantau Tanaman Jagung Program Asta Cita di Lahan Ketahanan Pangan
Hulu Sungai Kampar Diduga Tercemar, DPRD Kampar Desak DLH Jangan Hanya Menunggu Laporan, Segera Turun ke Lapangan
Menuntut Keadilan Migas: Pemkab Siak Dukung KPK Benahi Sengkarut PI 10% demi Kesejahteraan Rakyat
Jelang Panen, Polsek Sabak Auh Pantau Tanaman Jagung Program Ketahanan Pangan Asta Cita
BKAD Inhil Pastikan Dana Kelurahan Sudah Masuk Kasda, Insentif RT/RW Segera Cair