Amir Luthfi Ucapkan Selamat HUT ke-76 Kabupaten Kampar
Tokoh Masyarakat Kampar Apresiasi Polisi Tangkap Residivis Curat di Salo
Layanan ONS Tiki Jelek, Pelanggan Mengamuk
Nusaperdana.com, Jakarta - Pelanggan layanan ekpedisi Titipan Kilat alias Tiki mengamuk lantaran paket makanan basahnya tidak diantar sesuai proses layanan yang tersedia, Sabtu, 24 Juli 2021. Pasalnya, layanan _One Night Service_ atau layanan satu malam sampai yang ada tidak sesuai dengan estimasi waktu sampai. Hal ini membuat pelanggan marah dan kesal.
Paket makanan basah tersebut berasal dari Bukittinggi yang dikirim sejak Kamis lalu, seharusnya sudah sampai Jum'at. Namun, dengan alasan PPKM, paket diperkirakan diantar esok harinya. Tapi, tidak diantar.
"Kemarin Ibu saya bilang bahwa paket akan sampai 1-2 hari sebab PPKM. Saya maklumi. Tapi, tadi dicek katanya gagal terkirim karena kantor tutup. Kantor kami tidak tutup," kata Martha selaku pelanggan Tiki.
Selanjutnya, Martha mengatakan, menurut pihak Tiki di Jl. Pemuda, Rawamangun, Jakarta Timur, paket tersebut sedang diurus sejak pukul 15.00 WIB. Namun, sampai pukul 20.00 WIB masih belum dikirim dengan alasan admin sudah pulang.
"Adminnya sudah pulang, Bu. Mungkin besok atau Senin diantar lagi," kata Security yang dihubungi Martha melalui telpon.
Martha menyampaikan, kurir yang mengantarkan barang tersebut tidak ada menelponnya. Tak ada juga mengecek ke kantor. Padahal, dia sudah dikantor sejak pagi tadi.
"Saya di kantor, kok. Dia (kurir) tidak ada nelpon. Dari mana dia tahu kalau kantor saya tutup?" lanjut Martha.
Sampai berita ini diturunkan, belum ada info selanjutnya tentang paket tersebut. Isinya makanan basah yang mudah basi dalam waktu dua hari.**


Berita Lainnya
Negara dalam Genggaman Korporasi: Oligarki Tambang, Kapitalisme Liberal, dan Ketimpangan yang Menganga
Indonesia Pimpin Dewan HAM PBB, Mafirion: Momentum Perkuat Kepemimpinan Global
Kementerian Kehutanan Tegaskan Kehadiran Penyidik Kejagung Hanya untuk Pencocokan Data
Kejari Tabanan Tetapkan Tersangka Korupsi LPD Pacung, Sepanjang 2025 Selamatkan Keuangan Negara Rp2,6 Miliar Lebih
Ketum PMRI Rusli Effendi Ajak 2,3 Juta Masyarakat Riau Rantauan Mantapkan Komitmen Perjuangan Riau Jadi Daerah Istimewa, Libatkan Tokoh Nasional
Pandangan Praktisi Hukum Riau: OTT KPK terhadap Gubernur Riau Sarat Kejanggalan Prosedural
Warga Surabaya dan Sidoarjo Soroti Kerja Nyata dan Momen Haru Silaturahmi Adies Kadir
Meutya Hafid Menteri Komdigi Ingatkan Pemda Jangan Abaikan PWI