Tak Cuma Iblis, Manusia Jadi Objek Horor Timo Tjahjanto di 'SIM 2'
Nusaperdana.com, Jakarta - Timo Tjahjanto tak hanya membawa kisah horor dari eksistensi iblis dan setan. 'Sebelum Iblis Menjemput' yang kini ada bagian duanya itu juga diselipkan Timo soal isu kekerasan pada anak dan perempuan.
"Gue selalu lihat kalau dalam film horor itu, lo harus ada sisi gelap yang datangnya bukan cuma dari setan. Tapi dari sisi dalam manusia juga," ujar Timo Tjahjanto dalam wawancara belum lama ini.
Di cerita 'SIM' pertama, ia gambarkan di tokoh Lesmana yang diperankan Ray Sahetapy.
"Kayak di 'SIM' 1, sisi darkness-nya kan ketamakan si Lesmana. Dan bagaimana dia bermain api dengan hal-hal yang tidak dia mengerti," urai Timo.
"Nah yang sekarang, yang gue eksplor si Pak Ayub ini sebagai figur yang menyukai anak-anak. Dia merasa cinta banget sama anak-anak sampai dia pengin tinggal selama-lamanya," imbuhnya.

Soal ini, Timo punya sisi personal yang menjadi motivasinya membawa isu kekerasan dan sindrom stockholm dalam film.
Ia punya pengalaman pribadi soal ini.
"Itu semua tuh buat gue adalah orang-orang yang pernah gue lihat di kehidupan nyata. Bahwa orang-orang yang dilecehin dari kecil, di sexually abuse dari kecil, pasti akan ada yang hilang dari diri mereka," ujar Timo.


Berita Lainnya
Warga Binaan Rutan Medan Buka Puasa Bersama Keluarga. 1.543 orang berkumpul di Safari Ramadhan Penuh Makna
Rutan Medan Tancap Gas Atasi Overkapasitas, 85 Napi Tipikor Dipindahkan Selama 2025 - 2026
Pers di Persimpangan AI: Menkomdigi Tegaskan Etika sebagai Nafas Demokrasi
Patisipasi Dalam HPN 2026 di Banten PWI Bengkalis Ikuti Jalan Sehat
Sambut HPN dan Piala Dunia 2026, PWI Main Bola Bareng ANTARA, TVRI, dan RRI
Ketua PWI Bengkalis Adi Putra Ikuti Retret Kebangsaan Kemenhan RI, Perkuat Peran Pers sebagai Kader Bela Negara
Retret PWI Masuki Hari Kedua, Disiplin dan Integritas Jadi Penekanan
Rangkaian HPN 2026, PWI dan Kemenhan Gelar Retret Perkuat Pers Profesional dan Berwawasan Kebangsaan