TPP ASN Inhil Dua Bulan Cair, THR Segera Menyusul Tunggu Perbup
Ketua DPRD Kampar Ahmad Taridi Ucapkan Selamat Idul Fitri 1447 H
'Guru-Guru Gokil' Perkenalkan Karakter Lewat Audio Series
Nusaperdana.com, Jakarta - Dunia perfilman Tanah Air tengah mengalami kesulitan lantaran pandemi Corona yang belum usai. Sejumlah film pun telah memutuskan untuk mengundur jadwal tayang termasuk film 'Guru-Guru Gokil'.
Meski begitu, Guru-Guru Gokil tampaknya tak mau statis. Mereka berupaya membuat pemanasan perkenalan karakter melalui audio series yang akan dirilis pada 4 Mei 2020.
Hal ini pun dijelaskan Dian Sastrowardoyo yang menjadi salah satu pemain dan produser dari film tersebut.
"Jadi konsepnya kayak pemanasan mengenalkan karakter dan konfliknya. Seperti yang mana naksir siapa, hubungannya seperti apa. Jadi kayak lebih memberikan ide ke masyarakat sebetulnya, ide seperti apa," tutur Dian dalam jumpa pers digital, Senin (4/5/2020).
Sementara itu, mungkin timbul pertanyaan terkait hubungan audio series dengan film asli dari 'Guru-Guru Gokil'. Shanty Harmayn selaku mentor dari Dian Sastro pun menerangkan perbedaan dari segi film dan audio seriesnya.
Disebutnya, dalam audio series ini merupakan pengenalan karakter yang mendalam lewat suara. Pendengar seperti dimanjakan dengan bocoran karakter dari tokoh-tokoh yang nantinya ada di film.
"Ya nanti sebenarnya kalau disini yang diperdengarkan karakternya aja. Yang menarik dari voice ini itu kayak kita jadi udah tau karakter pemain seperti apa. Jadi kayak pengenalan karakter dari audio ini kita nanti udah kenal pas nonton filmnya," tutur Shanty.
Audio series yang akan tayang dengan delapan episode ini pun memiliki konsep komedi yang kental. Tentunya dari segi penulisan cerita, semua pemain pun turut dilibatkan.
Menjalani produksi di tengah pandemi seperti ini pun tentunya perlu kerja ekstra. Ambaridzki Ramadhantyo selaku penulis skenario audio series Guru-Guru Gokil pun turut menjelaskan tantangan penggarapan project ini.
"Semuanya terlibat pasti dari pemilihan cerita. Awalnya kita diskusi bareng-bareng ini mau dibawa kemana sih," ujar Tyo.
"Yang pasti namanya komedi harus lucu itu tantangan terbesar. Kedua karena mediumnya juga kita yang biasa bikin film kita terbiasa visual tapi di sini kita menyesuaikan sama medium yang ada. Jadi kita nyesuain semua yang ada diaudio itu menyamakan setiap karakternya dengan suara. Nah itu tantangannya," tutur Tyo.


Berita Lainnya
Warga Binaan Rutan Medan Buka Puasa Bersama Keluarga. 1.543 orang berkumpul di Safari Ramadhan Penuh Makna
Rutan Medan Tancap Gas Atasi Overkapasitas, 85 Napi Tipikor Dipindahkan Selama 2025 - 2026
Pers di Persimpangan AI: Menkomdigi Tegaskan Etika sebagai Nafas Demokrasi
Patisipasi Dalam HPN 2026 di Banten PWI Bengkalis Ikuti Jalan Sehat
Sambut HPN dan Piala Dunia 2026, PWI Main Bola Bareng ANTARA, TVRI, dan RRI
Ketua PWI Bengkalis Adi Putra Ikuti Retret Kebangsaan Kemenhan RI, Perkuat Peran Pers sebagai Kader Bela Negara
Retret PWI Masuki Hari Kedua, Disiplin dan Integritas Jadi Penekanan
Rangkaian HPN 2026, PWI dan Kemenhan Gelar Retret Perkuat Pers Profesional dan Berwawasan Kebangsaan